OASE

Pikiran Positif Kunci Ketakwaan

Oleh Fatchun Naim

SM/dok
SM/dok

”Sungguh kami telah ciptakan manusia dalam sebaik-baik struktur. Kemudian kami hempaskan ke tempat yang serendah rendahnya, kecuali orang- orang yang beriman dan beramal shaleh, maka bagi mereka pahala yang tidak putusputus (QS. At Tin : 4-6).”

ALLAH SWT telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk. Membekali manusia dengan akal, maka dengan akal manusia dapat hidup secara kreatif. Pikiran merupakan alat ukur manusia untuk memilih sesuatu yang di nilainya lebih baik dan menjamin masa depan dirinya dan keluarganya. Pikiranlah yang membedakan manusia dari makhluk hidup lain, sekaligus kelebihan utamanya.

Allah SWT telah menginstal gen positif dan negatif dalam tubuh kita serta mempersilakan memanfaatkan gen positif atau negatif. Tentu dengan konsekuensinya masing masing. Allah SWT Berfiman:

”Demi jiwa dan penyempurnanya, maka Allah mengilhamkan bagi jiwa itu kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya, beruntunglah orang yamg mensucikannya dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya.” (QS: Asy Syams : 7-10) Gen-gen kita dilengkapi dengan tombol nyala padam (belajar teori operon) yang dapat mengubah fungsi gen.

Menyalakan banyak gen positif menjadikan kita menjadi orang-orang positif. Idealnya gen-gen negatif dipadamkan dan gen-gen positif dinyalakan. Berfikir positif berperan dalam menyalakan gen-gen yang membuat kita mengalami kebahagiaan, sekaligus menonaktifkan gen-gen buruk. Mekanisme nyala padam dipengaruhi lingkungan, pikiran dan sikap mental.

Dalam sebuah penelitian ilmiah tentang nyala padam gen telah dibuktikan Francois Jacob dan Jacques Monod (Ilmuwan Institut Pasteur) dengan melakukan eksperimen pada bakteri E.Coli.

Bakteri ini umumnya mengonsumsi glukosa. Pada lingkungan yang memiliki glukosa dan laktosa, bakteri ini hanya memilih glukosa dan sama sekali tidak bereaksi terhadap laktosa. Pada lingkungan yang hanya diberi laktosa, bakteri awalnya tidak makan apa pun, tetapi selanjutnya mulai mengonsumsi laktosa dan mulai berkembang biak. Melalui penelitian dan kajian yang mendalam disimpulkan bahwa bakteri E.Coli telah memiliki enzim untuk mengurai laktosa.

Jika lingkungannya terdapat glukosa, maka enzim pengurai laktosa dipadamkan dan mengaktifkan enzim pengurai glukosa. Apa yang kita pikirkan mempengaruhi cara kerja gen kita.

Jika kita selalu berfikir positif dan berfikir tentang kebaikan, maka gen-gen positif akan aktif dan mempengaruhi aktivitas kita. Pendekatan penuh antusiasme terhadap hidup akan membawa kesuksesan dan mengaktifkan gen-gen yang membuat kita mengalami kebahagiaan, sekaligus menonaktifkan gen-gen buruk.

Faktor Positif

Berfikir positif berperan dalam menyalakan gen-gen yang bermanfaat. Faktor-faktor positif seperti kegembiraan, kesukacitaan, kepercayaan, inspirasi, rasa syukur, sabar, dan doa dapat mengaktivasi gen-gen yang berharga.

Berpikir positif itu mudah saat segalanya berjalan lancar, tetapi tidak mudah ketika dihadapkan pada situasi yang sulit. Betul dalam hadist qudsi dikatakan bahwasanya Allah SWT bersama prasangka hamba-hambanya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku.

Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (Muttafaqun ëalaih) (HR. Bukhari, no. 6970 dan Muslim, no. 2675). Struktur tubuh istimewa yang dianugerahkan Allah SWT kepada kita menghasilkan sesuatu luar biasa berupa makhluk terbaik bila diisi dengan iman dan amal shaleh.

Keduanya akan terjaga dan semakin meningkat dengan berada di lingkungan yang memiliki budaya saling mengingatkan untuk menempuh jalan kebenaran dengan penuh kesabaran. Allah SWT Berfirman: ”Demi masa! Sesungguhnya manusia itu dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, dan saling menasihati pada jalan kebenaran dan kesabaran.” (QS: Al-’Ashr :1-3).

Jadi selalu berfikir positif merupakan awal kebahagiaan dalam hidup. Tinggal sekarang kita memilih mau menuju ketakwaan dengan berfikir positif atau menuju kefasikan dengan berfikir negatif. (H62-30)

Penulis adalah Guru SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar