Kades Nonaktif Panjang Divonis Delapan Tahun

PATI - Setelah melalui delapan kali persidangan, akhirnya kasus hukum yang menimpa kepala desa nonaktif Panjang, Kecamatan Bae, Kudus Arif Darmawan masuk tahapan vonis Kamis (11/10).

Dalam proses hukum itu, Arif divonis putus delapan tahun penjara. Vonis itu pun diamini Agung Iriawan, humas Pengadilan Negeri Pati. Dia menyebut kasus yang tercatat dalam nomor perkara 178/pid. sus/2018/PN.Pti itu memang telah masuk dalam tahapan putusan yang dipimpin ketua majelis hakim Nunung Kristiani, dan anggota majelis Agung Iriawan serta Rida Nur Karima.

Dalam putusan itu, Agung menyebut terdakwa divonis dengan putusan delapan tahun dan denda Rp 2 miliar subside dua bulan penjara. Terdakwa dinilai terbukti tanpa hak memiliki dan menguasai narkotika golongan I yang beratnya lima gram dan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman.

Putusan tersebut sedikit lebih ringan bila dibandingkan tuntutan jaksa yang menuntut 12 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar. ‘’Pada saat diputus terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya menyatakan menerima putusan tersebut dan jaksa juga menyatakan menerima putusan,’’terangnya.

Proses persidangan itu pun telah menghadirkan enam orang saksi di dalam berkas perkara, ditambah dua orang saksi adecharge atau yang meringankan. Penasihat hukum terdakwa juga telah melakukan pembelaan atau pleidoi pada Kamis (4/10) lalu.

‘’Untuk dakwaannya sendiri dikenakan berbentuk kombinasi kumulatif subsideritas. Dakwaankesatuprimairdijeratpasal114 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika junto pasal 65 ayat 1 KUHP,’’tambahnya.

Seperti diketahui jika terdakwa diamankan satnarkoba Polres Pati di seberang RM Sendang Sani turut Desa Wangunrejo, Kecamatan Margorejo Sabtu (2/6) lalu. Dari terdakwa didapatkan diduga sabu seberat 4,67 gram dan 16 butir pil diduga ekstasi.

Petugas juga melakukan penggeledahan di rumahnya. ‘’Yang memberatkan perbuatan terdakwa bertentangan dengan progam pemberantasan narkoba dan terdakwa sebagai perangkat desa seharusnya memberi contoh baik kepada warganya. Sedangkan yang meringankan terdakwa mengakui perbuatannya dan belum pernah dihukum,’’tambahnya. (dwa-30)


Berita Terkait
Komentar