Tinggal Dua Bulan, Realisasi Pendapatan Pajak Belum 100 Persen

SM/Cessnasari - MEMAPARKAN PAJAK: Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BP2D) Kabupaten Tegal, Mohammad Soleh memaparkan perolehan pajak pendapatan Kabupaten Tegal, Kamis (11/10). (58)
SM/Cessnasari - MEMAPARKAN PAJAK: Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BP2D) Kabupaten Tegal, Mohammad Soleh memaparkan perolehan pajak pendapatan Kabupaten Tegal, Kamis (11/10). (58)

SLAWI- Hingga triwulan ketiga (akhir September) 2018, pajak pendapatan Kabupaten Tegal yang berhasil dihimpun Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BP2D) baru mencapai 85,42 persen dari target.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BP2D) Kabupaten Tegal, Mohammad Soleh menyampaikan, pihaknya mengelola 11 jenis pajak daerah. Tahun ini, perolehan pajak daerah ditargetkan Rp 96.590.344.000. Terhitung sampai dengan 10 Oktober 2018, realisasi pendapatan pajak daerah baru mencapai Rp 82.511.018.779.

”Realisasi tersebut sudah sesuai target kami, bahwa pada triwulan ketiga harus tercapai 75 persen. Dan ternyata bisa tercapai 85,42 persen atau melampuai target,” jelas Soleh, Kamis (11/10). Soleh menyebutkan, secara rinci perolehan pajak pendapatan. Beberapa jenis pajak telah tercapai lebih dari 100 persen, selain itu ada yang masih jauh dari target yang ditetapkan.

Di antaranya pajak bumi dan bangunan pedesaan perkotaan (PBB-P2) dari target pendapatan Rp 28 miliar, telah tercapai Rp 22.976.454.470 (82,06%), Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dari target Rp 18 miliar tercapai Rp18.067.305.435 (137%).

Pajak restoran dari target Rp 3,5 miliar tercapai Rp2.681.259.732 (76,61%), pajak hiburan dari target Rp 115 juta telah tercapai Rp326.287.900 (283,73%). Lalu pajak reklame dari target Rp 2.333.594.000 tercapai Rp1.653.640.000 (70,86%). Pajak hotel dari target Rp 1.075.000.000 tercapai Rp 404.937.040 (37,67%). Kemudian pajak penerangan jalan dari target Rp 42 miliar tercapai Rp 35.126.776.721(83,64%).

Selanjutnya pendapatan pajak mineral dan batubara dari target Rp 1.268.750.000 tercapai Rp 964.460.450 (76,02%). Sedangkan pajak pendapatan parkir dari target Rp 45 juta telah tercapai Rp 39.946.500 (88,77%), pajak air bawah tanah dari target Rp 250 juta tercapai Rp 267.349.930 (106,94%).

Adapun perolehan pajak sarang burung dari target Rp 3 juta tercapai Rp 2,6 juta (86,57%). ”Harapan kami, wajib pajak bisa membayar pajak tepat waktu di semua sektor pajak. Khusus PBB-P2 agar dibayar sebelum jatuh tempo, 30 September 2018. Bagi yang terlambat membayar, maka akan dikenai denda 2 persen tiap bulan,” jelas Moh Soleh.

Kepada masyarakat Kabupaten Tegal, diharapkan bisa melakukan pembayaran PBB-P2 di Bank Jateng Cabang Slawi dan dua cabang pembantu Bank Jateng yang ada di Margasari dan Kemantran, maupun di Paten yang ada di 18 kecamatan. Untuk mencapai target pendapatan yang telah ditetapkan, BP2D memiliki sejumlah kiat.

Di antaranya dengan memperbanyak kunjungan ke lapangan dan spot-spot wajib pajak. Selain itu, memperbanyak sosialisasi melalui pertemuan di tingkat kecamatan dan desa. ”Kami juga memberikan penghargaan kepada kopak atau perangkat desa yang diberi tanggung jawab dan kewenangan menarik PBB-PP kepada warga,” jelasnya.

Selanjutnya ke depan dalam rangka meningkatkan kepatuhan wajib pajak, BP2D akan melaksanakan pemeriksaan kepada wajib pajak, khususnya wajib pajak yang terlambat membayar pajak atau membayar pajak diluar kewajaran. Soleh menyebutkan, kepatuhan wajib pajak sangat diperlukan .

Terlebih perolehan pajak pendapatan setiap tahun terus mengalami kenaikan. Pada 2014, target pajak daerah ditetapkan Rp 53, 157 miliar dan teralisasi Rp 52,481 miliar. Kemudian pada 2015 ditarget Rp 65,256 miliar dan terealisasi Rp 64,702 miliar. Tahun 2016 ditargetkan Rp 70,025 miliar dan terealisasi Rp 69,811miliar.

Sementara 2017 dari target Rp 87,429 miliar, terealisasi Rp 97,180 miliar. Dia menambahkan, untuk transparansi kepada masyarakat, BP2D memasang dashboard di lobi kantor yang menayangkan realisasi pendapatan pajak terkini. (H45-58)