Jangan Sepelekan Tanda Alam

SM/Ryan Rachman
SM/Ryan Rachman

KONDISI Kabupaten Purbalingga yang didominasi pegunungan dan sebagian dataran rendah membuat wilayahnya rawan bencana alam, terutama longsor dan banjir. Karena itu, masyarakatnya harus lebih siap menghadapi kejadian itu yang selalu terjadi tiap musim hujan.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga, Mukhlis, Kamis (11/10), musim hujan merupakan berkah, di sisi lain bisa berakibat bencana. Selain karena alam, bencana juga bisa terjadi karena campur tangan manusia yang tidak bersahabat dengan alam.

"Misalnya membuang sampah sembarangan yang menyebabkan saluran air tersumbat dan air meluap. Kemudian penebangan pohon peneduh yang membabi-buta sehingga tanah cepat gembur ketika disiram hujan dengan intensitas tinggi dan menimbulkan longsor," kata politikus PKB ini.

Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana perlu memiliki pengetahuan tentang kebencanaan, sehingga mereka lebih siap jika bencana terjadi. Baik untuk antisipasi maupun penanganan korban.

Sosialisasi mitigasi bencana oleh pemerintah dan pihak-pihak lain memang sudah dilaksanakan, namun perlu ditingkatkan lagi intensitas dan lokasinya. Selain itu, masyarakat juga bisa memprediksi dari awal perihal bencana tersebut. "Sebenarnya, leluhur kita memiliki kearifan lokal dalam menghadapi bencana.

Mereka niteni tanda-tanda alam. Ketika masuk musim rendeng, ada sistem ronda dan jika sewaktu-waktu terjadi bencana longsor misalnya, mereka sudah siap. Nah, kearifan lokal ini perlu dihidupkan terus dan dipadukan dengan sistem penanganan dini yang lebih modern," katanya. (Ryan Rachman- 37)


Baca Juga
Komentar