Warga Diimbau Tak Beri Nomor NIK dan KK Sembarangan

KOTA - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus mengimbau agar masyarakat tidak sembarangan memberikan nomor induk kependudukan (NIK)dan nomor kartu keluarga (KK) kepada siapa pun.

Alasannya, dikhawatirkan data NIK dan KK disalahgunakan untuk kepentingan negatif. Selain itu juga merugikan pemilik nomor NIK dan KK yang akan kesulitan membuat suatu akun karena nomor NIk dan KK sudah digunakan orang lain. ”Kasus yang masuk ke Disdukcapil Kudus, adanya laporan sejumlah NIK yang tidak sesuai dengan kepemilikannya.

Ketika di-search (dicari) ternyata yang muncul nama orang lain,” kata Kepala Disdukcapil Kudus, Hendro Martoyo melalui Kasi Pengelolaan Informasi, M Soleh kemarin. Hal ini banyak terjadi ketika sedang musim pembukaan rekruitmen calon aparatur sipil negara (CASN) saat ini.

Ada beberapa warga yang mengalaminya. ”Saat mendaftar (login) pada website Badan Kepegawaian Negara (BKN), pada kolom NIK setelah diisi dan di-klik justru yang muncul bukan nama yang bersangkutan. Namun nama orang lain, tentunya ini meresahkan dan menimbulkan tanda tanya,” ujarnya. Beberapa warga memang sudah melapor.

Dengan adanya persoalan itu, dia mengakui tanpa menunggu lama, langsung melakukan pengecekan dan konsolidasi dengan server pusat serta berkonsolidasi BKN untuk memastikan kepemilikan NIK. ”Perkiraan kami, terjadi saat jam-jam sibuk, karena secara bersamaan mendaftar PNS melalui website.

Kemungkinan karena banyaknya data yang masuk, maka server terganggu dan tidak bisa membaca NIK dengan baik, sehingga terjadi kekeliruan,” ungkapnya.

Proaktif

Dia juga berharap masyarakat proaktif mengenai NIK dan nomor KK digunakan orang lain atau tidak. Alasannya, ini menjadi kendala di kemudian hari apabila tidak segera dilakukan pengecekan. ”Minimal masyarakat bisa melaporkan dan mengecek kebenarannya.

Jadi ini akan menghindarkan dari kendala di kemudian hari,” terangnya. Mengenai laporan yang sudah masuk terkait persoalan NIK dan nomor KK yang tidak sesuai, dia menjelaskan sampai saat ini masih ada beberapa. ”Kami berharap masyarakat bisa memahami hal ini dan tetap proaktif apabila ada kendala,” katanya. (J18-30)


Berita Terkait
Komentar