Pengembalian Berkas Pelamar CASN Minim

KOTA - Pelamar calon aparatur sipil negara (CASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kudus hingga kemarin mencapai 2.554 orang. Namun, data yang dihimpun dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), berkas pendaftaran yang diterima melalui pos baru 665 dokumen.

Pelaksana tugas Kepala BKPP, Yuliono Tri Nugroho menyebut berkas yang diterima masih terbilang sedikit dibandingkan jumlah pelamar. Berkas diperlukan untuk verifikasi, sebagai dasar penentuan lolos administrasi.

”Koreksi administrasi dilakukan panitia seleksi daerah,” imbuhnya. Berkas yang dikirim melalui pos harus sama dengan dokumen yang diunggah di portal sscn.bkn.go.id. Pengiriman berkas asli bertujuan memudahkan panitia seleksi melakukan koreksi. Saat sistem online bermasalah, berkas asli dapat dijadikan acuan.

”Kalau meneliti 50 berkas hingga 100 berkas mungkin masih mudah,” jelasnya. Namun jumlah pelamar dapat mencapai ribuan. Seandainya sistem online menghadapi kendala, panitia seleksi akan kesulitan untuk melacaknya. Sistem pendaftaran CASN secara online bertujuan meminimalkan terjadinya kecurangan.

Pemilihan pengiriman melalui pos dimaksudkan menghindari pertemuan dan tatap muda pendaftar dan panitia seleksi. ”Sistem tersebut menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya. Selain sistem pendaftaran online, pihaknya mengawasi seleksi pendaftaran CASN bekerja sama dengan Inpektorat Kabupaten Kudus untuk mengantisipasi potensi kecurangan.

”Dapat dilacak yang melakukan kecurangan di bagian mana,” jelasnya. Seandainya kecurangan dilakukan di pusat akan ditangani Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Jika terjadi di daerah, BKPP dibantu Inspektorat dapat memantaunya.

Pemkab Kudus dalam sistem seleksi CASN hanya memfasilitasi saja. Semua tahapan dan kewenangan dimiliki pemerintah pusat dan sudah terintegrasi dengan kegiatan di daerah. ”Kami membantu BKN memverifikasi administrasi saja, jika lolos kami sampaikan kepada pusat,” ujarnya. (H8-30)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar