Kampung KB Gunungagung Terus Dikembangkan

Ikut KB Dijanjikan Terima Rp 300 Ribu

BUMIJAWA- Keberadaan kampung Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Tegal terus dikembangkan. Upaya pengembangan terus dilakukan dengan mendorong partisipasi warga desa dan sekitarnya untuk mengikuti program KB, khususnya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Kabupaten Tegal, A Thosim saat sosialisasi dan pengembangan program Kampung KB di halaman SMK Arrizqo, Desa Gunungagung, Kecamatan Bumijawa, kemarin.

”Kampung KB yang telah dibentuk sejak 2016 terus dikembangkan. Salah satunya dengan mendorong keikutsertaan akseptor KB,” terang Thosim. Menurut dia, laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Tegal tergolong cukup tinggi. Karena itu, harus dikendalikan melalui program KB yang diikuti oleh masyarakat.

Di Kabupaten Tegal, jumlah penduduk tercatat ada 1,4 juta jiwa yang tersebar di 18 kecamatan. Penduduk terpadat berada di Kecamatan Adiwerna. ”Kami juga memprioritaskan pada penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang, khususnya untuk kaum pria. Peserta KB tersebut bahkan akan kami beri apresiasi dalam bentuk uang sebesar Rp 300 ribu per orang,” bebernya.

Dalam sosialisasi yang diikuti ratusan warga tersebut, sejumlah narasumber yang hadir antara lain perwakilan dari BKKBN Jawa Tengah, Agus Pujiyanto, perwakilan dari Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Jateng, Marwati, serta Anggota Komisi IX DPR RI, Dewi Aryani.

Dewi berharap, Kampung KB di Gunungagung terus dikembangkan oleh pemerintah dan instansi terkait untuk mengoptimalkan berbagai program KB dan kependudukan lainnya.

Dalam kegiatan itu, juga digelar pelayanan KB yang diikuti oleh sekitar 80 warga dari Kampung KB Gunungagung dan sejumlah desa lain. Dua warga laki-laki yang sudah menggunakan kontrasepsi berupa vasektomi selama belasan tahun juga mendapatkan penghargaan dari panitia kegiatan. (K22-58)