Lapak Aduan Baru Sebatas Beri Jawaban

PURWOKERTO-Lapak Aduan Banyumas yang resmi diluncurkan Bupati Achmad Husein dan Wakil Bupati Sadewo Tri Lastiono, Kamis (11/10), tahap awal baru sebatas menerima segala jenis aduan yang masuk melalui aplikasi media sosial.

Untuk tindak lanjut dari aduan itu, terutama yang terkait regulasi, kebijakan anggaran, dan pelaksanaan penanganan kegiatan teknis seperti sarana dan prasarana infrastruktur, tidak bisa langsung diselesaikan cepat.

"Kalau mengacu perbup untuk penanganan pelayanan maksimal 14 hari, dan aplikasi ini untuk pemberian jawaban dari aduan yang masuk, maksimal lima hari sudah ada kepastian jawaban.

Tapi kalau yang bisa langsung dijawab, dalam satu hari itu ya sudah muncul," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Santosa Edy Prabowo, selaku penanggung jawab lapak aduan, Kamis, (11/10).

Tugas 24 Jam

Dia mengatakan, operator aplikasi tersebut akan mendistribusikan langsung ke OPD atau pejabat yang dituju. Tugas operator yang bertugas 24 jam bergantian, sifatnya hanya meneruskan aduan. Jadi, sistem ini masih bergantung pada kerja operator dan keseriusan penerima aduan menindaklanjuti.

Bupati menegaskan, agar aduan ini ditindaklanjuti serius oleh OPD terkait, maka akan dilakukan penilaian yang bisa memengaruhi penerimaan tambahan pengasilan pegawai (tamsilpeg).

"Saya sudah minta ke sekda, implementasi dari ini ditaindaklanjuti menjadi poin memotong tamsilpeg, kalau sampai ada OPD tidak menindaklanjuti secara maksimal. Ini bisa menjadi catatan, terutama yang banyak tanda merahnya," kata Husein.

Dia mengatakan, sampai akhir tahun ini untuk operator masih ditempatkan di kompleks rumah dinas Bupai. Namun mulai tahun 2019, sudah disatukan di gedung mal pelayanan publik, Jl Dokter Angka Purwokerto. Aduan dari masyarakat ini bisa disampaikan melalui Facebook, Twiter, email, instragram, WhatAps, dan SMS.

Kalau aduan itu masih dalam lingkup Pemkab, kata Bupati, akan ditindaklanjuti. Namun kalau terkait masalah di luar itu, dengan kekuasaannya akan menfasilitasi. "Saya minta masyarakat dan media untuk ikut menegawasi ketat dan kritis, serta memonitor, aduan itu ditindaklanjuti atau tidak oleh OPD. Ini supaya aplikasi ini tidak mandul," ujarnya.

Sadewo diberi tugas Bupati untuk membuat laporan mingguan terkait aduan-aduan yang masuk dan mengawal tindak lanjut baik jawaban maupun penanganan konkret. Wabup menyatakan, akan menerapkan piket gantian untuk mengontrol ke rumah aplikasi kepada asisten-asisten maupun pejabat lain yang ditunjuk. (G22--37)


Baca Juga
Komentar