Cilacap Layak Jadi Kantong Bawang

SM/Dok - PANEN BAWANG: Sejumlah petani bersama pihak terkait, memanen bawang merah di Desa Cijati, Kecamatan Cimanggu, Cilacap, baru-baru ini.(20)
SM/Dok - PANEN BAWANG: Sejumlah petani bersama pihak terkait, memanen bawang merah di Desa Cijati, Kecamatan Cimanggu, Cilacap, baru-baru ini.(20)

CILACAP - Wilayah Kabupaten Cilacap dinilai layak menjadi kantong bawang, sekaligus menjadikan tanaman hortikultura itu sebagai produk unggulan. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, Ir Bambang Setiawan MM, saat menyikapi hasil produksi perintisan tani bawang di sejumlah wilayah.

”Hasil produksi bawang yang sudah dilakukan di sejumlah wilayah, itu sangat bagus,” kata Bambang Setiawan.

Sampel produksi bawang merah di wilayah Kecamatan Majenang, misalnya. Sesuai penghitungan yang dilakukan Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Majenang, menghasilkan 21 ton per hektare.

Kemudian sampel produksi bawang merah di Kecamatan Cimanggu, menghasilkan sekitar 18 ton per hektare. Perintisan tani bawang merah di wilayah itu, dikembangkan seluas 3 hektare di Desa Cijati. Menurutnya, jumlah itu jauh lebih tinggi, ketika dibandingkan dengan target rata-rata produksi di Kabupaten Cilacap.

Pada awal perintisan, pihaknya menargetkan produksi 10-11 ton per hektare. ”Secara umum, untuk panen bawang di semua wilayah Cilacap belum selesai. Tapi dari sampel produksi yang ada, itu cukup melimpah. Begitu juga dengan kualitas produksinya, juga cukup bagus,” kata dia. Limpahan produksi itu, tidak lepas dari tingkat kecocokan tanah.

Sudah begitu, sepanjang masa tanam tergolong minim serangan hama, sehingga hasil produksinya cukup bagus. ”Dengan pertimbangan itu, kami memandang Kabupaten Cilacap ini cukup layak untuk menjadi kantong bawang, sekaligus menjadikannya sebagai sentra unggulan hortikultura,” kata dia.

Apalagi, lanjut dia, untuk pemasaran produk sudah disambut oleh pedagang pasar. Para pedagang di Pasar Induk Majenang, misalnya, mengaku siap menampung produk bawang lokal tersebut.

Terkait potensi itu, pihaknya memandang perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak. Bahwa potensi itu perlu dikembangkan secara maksimal, melalui tata cara yang maksimal pula.

”Yang pasti, untuk pengembangan tani bawang di Cilacap akan diteruskan ke depannya. Ini penting, karena selain potensi, semangat petani juga cukup tinggi untuk itu,” kata dia. Bambang menjelaskan, perintisan tani bawang di Kabupaten Cilacap tahun ini seluas 30 hektare.

Perinciannya, 20 hektare bawang merah dan selebihnya bawang putih. Untuk kebutuhan benihnya dibantu oleh Kementerian Pertanian. Perintisan tani bawang ditanam oleh para petani di 8 desa dalam 5 kecamatan. Yakni Kecamatan Majenang, Cimanggu, Nusawungu, Dayeuhluhur, dan Adipala.

Sementara itu, di tengah program perintisan, para petani lain memiliki ketertarikan tinggi untuk ikut menanam. Mereka paham, bahwa pengembangan tani bawang memiliki prospek yang cerah ke depannya.

Di Kecamatan Majenang, misalnya, selain Mulyasari dan Padangsari, muncul sejumlah desa yang sudah mulai melakukan penanaman. ”Sekarang sudah berkembang di Sadahayu, Mulyadadi, dan Pahonjean. Petani di Desa Jenang juga menanam,” kata Penyuluh Pertanian Kecamatan Majenang, Tarsini. Minat mengembangkan tani bawang juga muncul di wilayah Kecamatan Karangpucung. Satu di antaranya, yakni Desa Sindangbarang.

”Di Sindangbarang juga tengah mengembangkan tani bawang merah, karena dilihat dari prospek cukup bagus,” kata Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Karangpucung, Wasiran. (tg-20)


Baca Juga
Komentar