Penguatan Teknologi untuk Masyarakat Pesisir

Antisipasi Bencana Rob dan Banjir

TIM pengabdian masyarakat Undip menjalankan program untuk memperkuat pemahaman masyarakat pesisir terhadap pemanfaatan teknologi modern, terutama teknologi untuk mendukung konsep masyarakat tangguh bencana di kawasan pesisir Jawa.

”Kami mendampingi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, yakni Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara. Mereka kami dorong untuk semakin memahami perkembagan teknologi digital, terutama untuk mengantisipasi banjir dan rob,” tutur koordinator tim pengabdian masyarakat Undip, Dr Denny Nugroho Sugianto, Senin (1/10).

Dijumpai di kawasan pesisir panti utara Jawa, bersama tim dia tengah melakukan pengembangan teknologi dan peningkatan kesadaran warga terhadap ancaman bencana. Denny yang juga Ketua Departemen Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan itu juga menggandeng sejumlah peneliti.

Mereka adalah Ketua Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Pusat Kajian Mitigasi Bencana dan Rehabilitasi Pesisir (CoREM) Dr Muhammad Helmi, Kepala Laboratorium Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Dr Anindya Wirasatriya, dan Wakil Ketua Departemen Oseanografi, Dr Kunarso.

Kalender Rob

Para peneliti itu juga yang akhirnya mengenalkan warga dengan sistem pembuatan kalender rob dan model pengembangan desa pesisir tangguh bencana (PDPTB). Diakui, wilayah Kota Semarang tumbuh untuk berbagai aktivitas, mulai permukiman, industri, wisata/rekreasi, pelabuhan, dan pertambakan. Berbagai hal ini berakibat menurunnya kualitas dan kerusakan lingkungan.

Dampak kerusakan yang terjadi antara lain erosi. Diperkirakan erosi yang terjadi telah mencapai sekitar tiga kilometer. Erosi tidak hanya melanda pantai tetapi juga telah mencapai kawasan tambak warga.

Erosi di kawasan tambak juga menyebabkan kerugian materi yang cukup besar. Salah satu wilayah di pesisir Kota Semarang yang mengalami erosi parah adalah Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara. Selain itu, kondisi tersebut juga semakin diperparah dengan adanya fenomena banjir pasang rob yang terjadi setiap saat di wilayah tersebut.

Masyarakat yang ada di Kelurahan Tanjungmas merupakan pihak yang terkena dampak akibat kerusakan pantai, degradasi lingungan serta adanya banjir pasang rob yang setiap saat terjadi. (Hari Santosa-40)