Jangan Khawatirkan Tsunami Susulan

Jaringan Komunikasi Terputus Total

SM/Antara, bbc.com : ROBOH : Sebuah bangunan pusat perbelanjaan yang roboh akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9). Masjid Agung Darussalam di sebelah Palu Grand Mall yang roboh, diterjang tsunami. (55)
SM/Antara, bbc.com : ROBOH : Sebuah bangunan pusat perbelanjaan yang roboh akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9). Masjid Agung Darussalam di sebelah Palu Grand Mall yang roboh, diterjang tsunami. (55)

PALU - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta masyarakat tidak terpancing isu tsunami usai gempa bumi mengguncang Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9).

Dwi meminta masyarakat tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala. ”Masyarakat tetap tenang dan mengikuti info BMKG, kami mohon jangan terpancing dengan isu yang tak bertanggung jawab tentang tsunami,” kata Dwikorita.

Dia mengakui, gempa berkekuatan 7,4 Magnitudo di Kabupaten Donggala memang menyebabkan tsunami. ”Tsunami terjadi hingga mencapai 1,5 meter, namun telah berakhir pada 17.36 WIB,” kata Dwikorita.

Gempa di Donggala, kata Dwikorita merupakan gempa dangkal akibat aktivasi sesar geser Palukoro. Kota Palu, Sulawesi Tengah, dilanda tsunami setinggi sekitar dua meter, setelah gempa dahsyat berkekuatan 7,4 Magnitudo menghantam Kabupaten Donggala, Jumat (28/9) pukul 17.02.44 waktu Indonesia bagian tengah (WITA). Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika

(BMKG), gempa berlangsung beberapa ka li, dimulai pada pukul 14.00 WIB sebesar 5,9 SR di 0.35 Lintang Selatan, 119.82 Bujur Timur atau delapan kilometer barat laut Donggala di kedalaman 10 km. Belum ada laporan korban jiwa akibat tsunami tersebut. Tingkat kerusakan yang ditimbulkan juga belum terverifikasi. Peyebabnya, koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Donggala, Palu, dan Mamuju, berjalan lambat akibat komunikasi terputus total.

Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika memantau ada 276 Base Transceiver Station (BTS) yang tidak bisa digunakan. Penyebabnya, pasokan listrik terputus. Menkominfo Rudiantara telah menugaskan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) untuk mengirimkan 30 unit telepon satelit guna mendukung koordinasi penanganan bencana di Donggala dan sekitarnya.

Plt Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu, Jumat (28/9), mengatakan, saat ini hubungan dengan Donggala dan Palu masih sulit dilakukan akibat tak berfungsinya ratusan BTS tersebut.

Kondisi itu membuat pemantauan dampak bencana sulit dilakukan. Sejauh ini, dari laporan awal, gempa Donggala memakan satu korban jiwa dan 10 luka-luka. Ratusan rumah rusak berat. Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyebut akan menyiagakan jajarannya untuk memitigasi dampak bencana gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Donggala.

”Saya memantau dan menyiagakan seluruh jajaran pemerintah terkait untuk menghadapi segala kemungkinan pascagempa bumi,” demikian cuitan dari akun resmi Presiden Joko Widodo, Jumat (28/9). Dalam cuitannya, Presiden berharap masyarakat di kawasan terdampak gempa tetap tenang. ”Semoga saudara-saudara kita di sana tetap tenang dan dalam keadaan selamat,” kata Presiden.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati melaporkan, gelombang tsunami berketinggian 1,5 - 2 meter melanda Palu. BMKG mencabut peringatan dini tsunami pada pukul 17.36 WITAsetelah air laut surut dari daratan sampai tersisa hanya setinggi enam sentimeter. Dwikorita menyatakan sebelumnya BMKG telah menyiarkan peringatan gempa sejak pukul 14.00. ”Peringatan akan terjadinya gempa susulan diinformasikan setelah gempa pertama terjadi pukul dua siang dengan kekuatan 5,9 Skala Richter yang dibarui menjadi 6 SR,” ujarnya.

Sebuah tayangan video yang viral dan sudah dikonfirmasi ke Badan Pusat Gempa dan Tsunami BMKG menunjukkan gelombang tinggi menerjang kawasan Jalan Cumicumi hingga Palu Grand Mall.

Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Rachmat Triyono mengatakan, video tersebut benar dan sudah dikonfirmasi ke lapangan. ‘’Benar (tayangan video), diambil dari Palu Grand Mall,’’kata Triyono.

Bandara Tutup

Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, ditutup akibat menara pengawas bandara roboh. Kabin menara lantai empat roboh sehingga peralatan komunikasi lalu lintas pesawat tidak dapat diselamatkan. Airnav Indonesia cabang Makassar akan mengirimkan peralatan dan teknisi dari Poso untuk membantu pemulihan bandara Palu.

General Manager Airnav Indonesia Makassar, Novy Pantaryanto, menyatakan, peralatan bantuan itu dikirimkan langsung Jumat malam. ”Saat ini belum dapat dilakukan koordinasi dengan tim Airnav Palu karena jaringan seluler tidak beroperasi,” katanya.

Ketika gempa, kata dia, terdapat satu karyawan Airnav Indonesia yang bertugas di menara menjadi korban. Dia mengalami patah kaki, tetapi berhasil selamat setelah proses evakuasi.

Rencananya, Novy bersama teknisi Airnav Indonesia Makassar akan terbang ke Palu bila ada penerbangan untuk melakukan pemulihan atau perbaikan untuk kelancaran lalu lintas pesawat. AirNav Indonesia menerbitkan Surat Notam Nomor HO737/18 perihal penutupan bandara sampai 29 September pukul 19.20 WIB. (ant,cnn,dtc-31)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar