Pompa Air untuk Pesantren

POMPA AIR: Dekan FTI UPGRIS Drs Bambang Supriyadi MP meresmikan pompa dan tandon air di Pesantren Sultan Fatah Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, Semarang, baru-baru ini. (54)
POMPA AIR: Dekan FTI UPGRIS Drs Bambang Supriyadi MP meresmikan pompa dan tandon air di Pesantren Sultan Fatah Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, Semarang, baru-baru ini. (54)

SEBUAH pompa air dan tandon berukuran besar beserta instalasi saluran dibangun di Pesantren Sultan Fatah Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, Semarang.

Pembangunan pompa air ini merupakan bagian program pengabdian masyarakat Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional III Jawa Tengah. ”Pembangunan pompa air ini dimaksudkan agar persoalan air di pesantren ini bisa teratasi. Pesantren yang menampung banyak anak-anak kurang mampu ini wajib mendapat perhatian. Ke depan, urusan jaringan kelistrikan di pesantren ini juga perlu dibenahi,” ungkap Dekan FTI Drs Bambang Supriyadi MP.

Program ini juga melibatkan seluruh dosen FTI yakni dari Prodi Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Arsitektur, Informatika, Teknologi Pangan, serta Teknik Sipil. Ahmad Abror, salah satu santri di pondok pesantren tersebut mengatakan selama ini di wilayah tersebut sering kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau. Bahkan, karena air yang sulit, para santri mendapat jatah mandi sehari. Untuk keperluan tersebut, ia bersama teman-temannya sudah terbiasa jika harus mengungsi mandi ke tempat warga di sekitar pesantren. ”Biasanya saya nunut mandi dari air di sekolah terdekat yang memiliki saluran PAM,” jelasnya.

Saiful Anam, salah satu ustadz Pesantren Sultan Fatah mengatakan, sudah terbiasa mengatur para santri agar saat mencuci pakaian secara serentak dengan tujuan menghemat air. ”Biasanya santri saya mendapat jatah mandi sekali sehari, dan cuci baju tiap akhir pekan,” jelasnya.

Pihaknya termasuk 110 santri yang belajar, menganggap persoalan air sudah menjadi hal biasa. Pesantren Sultan Fatah memang dibangun di atas struktur tanah yang lebih tinggi dibanding lahan di sekitarnya dan dekat dengan lereng bukit. Kondisi demikian membuat sumur di tempat tersebut sering habis air. ”Dengan adanya bantuan sumur pompa ini, para santri dan warga sekitar tak lagi mengalami kesulitan soal pasokan air bersih,” jelasnya.

Sementara itu, Bambang Triyono dari OJK mengatakan, keterlibatan mereka dalam program ini bermula dari keinginan untuk turut berbagi. ”Awalnya kami memiliki keinginan untuk sedekah. Akhirnya setelah bertemu dengan pihak UPGRIS, kami sepakat memberi bantuan berupa pompa air dan tandon dan ternyata benar-benar bermanfaat,” ucapnya. (54)

Penulis dan Fotografer : Arie Widiarto
Penyunting : Wahyu Wijayanto


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar