TONTON VIDEONYA dihttps://www.suaramerdeka.com/sm tv atau scan QR Code

Tunanetra Diharapkan Mampu Tangani Pijat Terapi

YBM PLN APD Kerja Sama dengan IZI

SEMARANG - Ketrampilan juru pijat tunanetra diharapkan mampu menerapi dan mengetahui penyakit pengguna jasanya, tidak hanya praktik pijat capek, tetapi juga pijat terapi. Untuk mewujudkan itu, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah menindaklanjuti kerjasama dengan Yayasan Baitul Mal (YBM) PTPLN APD Jawa Tengah di Kantor Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Kota Semarang, kemarin.

Kepala Kantor IZI Jawa Tengah, Djoko Adhi mengatakan, kerja sama tersebut berupa program pemberdayaan penyandang tunanetra. Program itu diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan serta menambah nilai lebih bagi tunanetra. Selain diperuntukkan bagi tunanetra yang bekerja sebagai juru pijat, dia berharap, program tersebut juga mendorong penyandang tunanetra lainnya agar semakin produktif. ”Kami juga berharap para pijat tunanetra mendapat kesempatan melakukan pijat baik di instansi- instansi maupun tempat wisata,” katanya.

Salah satu pengurus Yayasan Baitul Mal (YBM) PT PLN APD Jawa Tengah, Eko Budi mengatakan, kegiatan pemberdayaan tunanetra merupakan salah program sosial yang dilakukan PT PLN APD. Menurutnya perusahaan memiliki kewajiban menyalurkan bantuan kepada masyarakat, sehingga dengan program tersebut harapanya dapat memperbaiki perekonomian. ”Ini merupakan program lanjutan, yang pertama sudah diselenggarakan. Harapannya para tunanetra mendapat fasilitas lebih,” ujarnya.

Eko Budi menginginkan penyandang tunanetra yang notabene menjadi muzaki (penerima zakat) sudah terprogram dari pusat menggunakan infak zakat dan sedekah untuk pemberdayaan untuk meningkatkan perekonomian tunanetra. ”Program ini merupakan rangkaian dari sebelumnya yang telah mendapatkan pelatihan cara memijat kesehatan yang baik dan benar,” imbuhnya. Kabid Rehabilitasi Sosial Pemkot Semarang, Tri Waluyo mengungkapkan, pemberdayaan pijat tunanetra ini sebagai salah satu upaya untuk mengurangi angka kemiskinan di Kota Semarang.

Saat ini, angka kemiskinan di Kota Semarang sudah turun sebesar dua persen. Melalui program pengentasan kemiskinan khususnya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), pada 2019 nanti penyandang disabilitas bukan lagi masuk PMKS Dinsos Kota Semarang. ”Ini PR kita bagaimana melepaskan difabel dari PMKS,” harapnya. (arw-61)


Berita Terkait
Komentar