Satu Jembatan Belum Dilebarkan

Di Jalan Raya Sukoharjo-Wonogiri

SUKOHARJO- Satu jembatan di Jalan Raya Sukoharjo-Wonogiri, Kecamatan Nguter, belum dilebarkan. Dua tahun terakhir ini, pelebaran jembatan di jalur lintas kabupaten itu, baru dilakukan pemerintah di enam titik.

Menurut Kepala DPUPR Sukoharjo, Suraji, tinggal satu jembatan di Jalan Raya Sukoharjo-Wonogiri yang belum dilebarkan. Selama dua tahun ini pelebaran, sudah menyasar enam titik. ”Dengan adanya pelebaran jembatan dan juga jalan, jalur di kawasan Songgorunggi itu (Nguter) tidak lagi macet,” ujarnya, kemarin.

Dikatakan, pelebaran yang dilakukan oleh Balai Pelaksana Teknis Jalan (BPTJ) Wilayah Surakarta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng itu, telah final. Hanya saja masih perlu ada renovasi jembatan di kawasan Desa Gupit. ”Di sana, jembatan masih cukup kecil. Tak selebar dengan jembatan yang lain. Pastinya dari Provinsi Jateng masih menimbangnimbang untuk dilebarkan juga,” jelas dia.

Terancam Longsoran

Kepala Desa Gupit, Kecamatan Nguter, Bibit Riyanto menuturkan, kondisi jembatan saat ini juga terancam dengan longsoran. Pasalnya, lokasi longsoran tanggul sungai dengan pondasi jembatan, hanya berjarak puluhan meter. Dia sudah melaporkan pada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) terkait permasalahan itu. ”Sudah kami laporkan sejak terjadi longsor pada tahun lalu. Bahkan longsoran tanggul terbaru saat musim hujan lalu,” tuturnya.

Salah seorang pengendara, Rohman (44) menyatakan, belum dilebarkannya satu jembatan di perbatasan antara Kota Makmur dengan Wonogiri, selama ini cukup menghambat laju kendaraan. Apalagi semua jenis kendaraan melintas di kawasan tersebut.

Di antaranya bus antar kota antarprovinsi (Akap) hingga truk bermuatan barang dari pabrik. ”Jadinya satu jembatan untuk dua kendaraan saja sudah penuh. Mungkin menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk melanjutkan pelebaran lagi,” tandasnya. (H80-62)


Berita Terkait
Komentar