Punya Jalinan Kerja Sama Kuat

MAHASISWA yang kuliah di Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Unissula tidak perlu khawatir soal mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah. Hal itu dikarenakan pihak fakultas sudah memiliki jalinan kerja sama yang kuat dengan sejumlah instansi baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Semuanya itu dilakukan untuk menyerap kebutuhan kerja para lulusan. ”Kami terus berupaya membangun jaringan dengan instansi lain, sehingga saat mereka lulus langsung bekerja,” kata Wakil Dekan I Bidang Akdemik dan Kemahasiswaan, FIK Unissula, Sri Wahyuni, belum lama ini.

Disebutkan, sejumlah instansi yang bekerja sama dengan FIK Unissula di antaranya, Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati, RS Qolbun InsanKim, Kabupaten Batang, Rumah Sakit Umum (RSU) Islam Harapan Anda, Tegal, RS di bawah naungan corporate Awal Bros di wilayah Tangerang, Bekasi Timur, Bekasi Barat, Pekan Baru, Provinsi Riau, RS Awal Bros Panam, Batam, RS Evasari Jakarta.

Tidak hanya itu, pihak fakultas juga berkerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas, Sulawesi Tengah (Sulteng). ”Program ini bernama Cerdas Sultraku.

Sudah berjalan delapan tahun. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa asal Sulawesi,” katanya.Ada pun kerja sama rumah sakit di luar negeri meliputi, RS Raza Indornus Jakarta penempatan di negara negara kawasan Timur Tengah (TimTeng).

”Bagi lulusan S1 keperawatan sudah ada dua tempat yang sudah bekerja sama yakni, RS Al Abeer Saudi National Hospital Makkah dan RS Locus Dental Centre Jeddah,” papar dia.

Tidak hanya itu, rencananya pada Oktober 2018 nanti, pihak fakultas akan memagangkan lulusan perawat D3 ke Jepang selama tiga sampai lima tahun. Untuk menunjang itu semua, pihak fakultas telah menerapkan sebuah kebijakan.

Kebijakan itu berupa penambahan 24 sistem kredit semester (SKS) selama menempuh jenjang pendidikan. Ke-24 SKS itu terdiri atas mata kuliah pendidikan vokasi, enterpreneur (wirausaha), muatan lokal (mulok), penguasaan bahasa Inggris dan keagamaan.

”Selain membekali lulusan dengan wirausaha, kami juga menerapkan Tes of English as A Foreign Language (Toefl) dengan standar minimal nilai 450. Dari segi agama juga kami perkuat,” ungkapnya.

Khoiro Ummah

Semua itu, kata dia, dilakukan untuk menciptakan generasi khoiro ummah (sebaik-baik umat) dan syiar Islam yang rahmatan lil alamin(kasih sayang kepada semua alam-red). Dari sisi pengetahuan agama, setiap mahasiswa dibekali mata kuliah agama Islam.

Misalnya, bagaimana seorang perawat mampu memberikan sentuhan rohani pada ibu hamil. Tidak hanya itu, para perawat juga dibekali bagaimana cara mengatasi darah nifas setelah melahirkan. ”Kami menginginkan perawat berkompeten dalam memenuhan spiritual pasien,” urainya.

Tidak cukup itu, dari sisi keorganisasian, pihak fakultas juga memfasilitasi setiap organisasi mahasiswa (ormawa) yang ada di lingkungan FIK Unissula. ”Kami rancang bersama perwakilan mahasiswa dalam bentuk matrik kegiatan mahasiswa. Kemudian setelah disepakati akan dilaksanakan,” imbuhnya. (23)


Berita Terkait
Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar