Temukan Sumber Air Warga Gelar Tasyakuran Di Hutan

WARGA Desa Jambangan kini tak lagi risau jika musim kemarau datang. Kini, warga desa yang terletak dekat kawasan hutan Gundih, Kecamatan Geyer itu memiliki sumber air bersih dengan debit besar.

Temuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mereka nantinya. Rasa syukur tersebut diungkapkan dengan menggelar tasyakuran di kawasan hutan Gundih tempat ditemukannya sumber air tersebut. Mereka menggelar makan bersama di depan sumber air tersebut.

Kepala Desa Jambangan Kariyadi, kemarin mengatakan sebelumnya, desa tersebut merupakan wilayah yang terdampak kekeringan. Dengan penemuan tersebut diharapkan warga tak lagi kekurangan pasokan air bersih untuk kebutuhannya. ”Ini bentuk rasa syukur kami kepada Tuhan. Dengan temuan ini, warga desa nantinya tak lagi kesulitan air saat musim kemarau datang. Kami merasa lega dan akan menjaga sumber air tersebut,” kata Kariyadi.

Menurutnya, penemuan itu bermula dari warganya, Hadiyanto. Dia memiliki ide untuk mencoba mencari sumber air di kawasan hutan. Kebetulan, Desa Jambangan berlokasi di pinggir kawasan hutan BKPH Kuncen, KPH Gundih. Ide pencarian sumber air itu kemudian disampaikan pada pihak Perhutani KPH Gundih dan mendapatkan respon yang baik. Setelah mendapatkan izin, Hadiyanto bersama belasan warga dan petugas perhutani mulai melakukan pencarian.

Proses pencarian itu dibantu seorang pawang air dari Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh. Atas petunjuk pawang air, belasan warga mencoba menggali tanah bebatuan yang berada di areal hutan jati KPH Gundih.

Makin Besar

Pada penggalian di kedalaman sekitar 1 meter, akhirnya air muncul namun debitnya kecil. Setelah digali lagi sedalam 3 meter, debit air semakin besar. ”Lokasi penemuan sumber air baru ini berada di petak 72 RPH Genengsari, BKPH Kuncen, KPH Gundih,” ungkap Asisten Perhutani KPH Gundih BKPH Kuncen Karya.

Menurut Karya, pada petak tersebut memang sudah di tetapkan sebagai Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) yang salah satunya adalah perlindungan sumber air. Namun pihaknya mempersilahkan jika sumber air nantinya dimanfaatkan masyarakat. Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Gundih Sudaryana mengatakan, meski lahan berbukit banyak bebatuan namun dapat dimungkinkan adanya sumber air memang cukup besar.

Memang di sekitar lokasi temuan masih banyak terdapat pohon-pohon berukuran besar. ”Adanya pohon inilah yang jadi pelindung sumber air bawah tanah. Untuk itu, kami berharap pada warga agar untuk ikut melestarikan kawasan hutan karena manfaatnya sangat besar,” ujarnya. (Zulkifli Z Fahmi-61)


Berita Terkait
Loading...
Komentar