Evaluasi Peran Duta Wisata

SM/dok  -  Drs Chusmeru MSi
SM/dok - Drs Chusmeru MSi

MENJADI Duta Wisata sebuah daerah seharusnya menjadi peran yang sangat membanggakan. Sebab, para Kakang Mbekayu mengemban tugas memperkenalkan budaya dan pariwisata hingga keluar neger. Menurut pengamat pariwisata Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Drs Chusmeru MSi, berkurangnya jumlah peminat peserta ajang tersebut justru memunculkan tanda tanya.

Artinya, ada persoalan yang harus dibenahi mulai dari sosialisasi sampai peran dari Duta SM/dok Wisata tersebut. "Keberadaan duta wisata bisa saja menjadi tidak diminati, kalau ajang ini hanya sekadar rutinitas," kata pria yang pernah mengajar di Universitas Udayana Bali ini.

Dia mengatakan, semenjak dahulu peran dan fungsi Duta Wisata sering dituding tidak optimal. Sebab, mereka hanya muncul sebagai pelengkap dalam seremoni acara resmi kabupaten.

Untuk memaksimalkan peran itu, perlu ada terobosan baru. Anggota Paguyuban Kakang Mbekayu Banyumas (Pakemas) harus berbicara di garda depan tentang pariwisata dan budaya daerah. Selain itu, sistem seleksi dan sosialisasi perlu dibenahi.

Selain jalur lembaga pendidikan, desa, dan kecamatan, elemen lain perlu dibidik. Misalnya, memaksimalkan penggunaan media sosial sebagai sarana perekrutan dan sosialisasi kegiatan duta wisata pada berbagai kesempatan.

"Saya justru khawatir, berkurangnya peminat ini menjadi indikasi penurunan minat generasi muda terhadap pengetahuan budaya dan pariwisata. Tapi kalau diamati, generasi milenial yang justru sangat tertarik dengan perkembangan pariwisata," ujar staf pengajar Jurusan Ilmu Komunikasi FISIPUnsoed ini.

Metode terakhir, kata pria asal Cilacap ini, panitia bisa menarik minat peserta dengan jalan menambah nominal jumlah hadiah. Selain uang tunai, bisa juga dengan paket berlibur ke luar pulau. "Makin besar hadiahnya, makin banyak pesertanya," katanya. (Nugroho Pandhu Sukmono-37)


Baca Juga
Loading...
Komentar