Hasilkan Rp 20 Juta/Pohon

Budi Daya Alpukat Unggulan

SM/Muhammad Arif Prayoga : TUNJUKKAN ALPUKAT : Direktur Utama Pusat Bibit dan Buah Alpukat (Pusbikat), Agus Riyadi, menunjukkan buah alpukat unggulan yang dipamerkan di stan Bale Merbabu, Jateng Fair 2018 di PRPP Jateng, kemarin. (48)
SM/Muhammad Arif Prayoga : TUNJUKKAN ALPUKAT : Direktur Utama Pusat Bibit dan Buah Alpukat (Pusbikat), Agus Riyadi, menunjukkan buah alpukat unggulan yang dipamerkan di stan Bale Merbabu, Jateng Fair 2018 di PRPP Jateng, kemarin. (48)

SEMARANG- Jangan anggap remeh petani. Profesi ini justru dapat menghasilkan rejeki yang tidak terduga-duga. Penghasilan hingga ratusan juta rupiah dapat diperoleh jika pekerjaan tersebut ditekuni dengan baik.

Salah satu hasil menjanjikan dari hasil pertanian dapat diperoleh dengan proses pembibitan dan budi daya alpukat. Hal tersebut coba ditunjukkan Pusat Bibit dan Buah Alpukat (Pusbikat). Para petani alpukat binaan Bidang Penyuluhan, Paska Panen, dan Bina Usaha (P2BU) Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jateng mampu memperoleh kemakmuran dari panenan buah tersebut. ”Selama ini profesi petani dianggap sebelah mata, khususnya oleh generasi muda. Padahal, profesi ini lebih menjanjikan jika seseorang mau tekun untuk menjalaninya. Mereka bisa menjadi bos atau tuan sendiri dari hasil yang didapatkan dari pengolahan tanaman garapannya,” ujar Direktur Utama Pusbikat, Agus Riyadi, Jumat (7/9).

Menurut dia, rejeki dari tanah itu tidak akan ada habisnya. ”Banyak harta karun yang bisa diolah dan dihasilkan dari dalam tanah. Misalnya, melalui proses pengolahan dan budi daya buah alpukat.” Ia menjelaskan, satu pohon alpukat unggulan bisa menghasilkan hingga Rp 20 juta untuk sekali panen. Penanaman buah alpukat sejak dari bibit berlangsung selama 3-4 tahun. Modal awal penanaman pun relatif terjangkau, seseorang bisa memulai membeli bibit alpukat seharga Rp 100 ribu, biaya tanam Rp 50 ribu, dan biaya perawatan per tahun sebesar Rp 100 ribu.

Total pengolahan buah alpukat mulai dari bibit hingga perawatan hanya butuh Rp 250 ribu. ”Kalau sudah terbiasa dan telaten menanam alpukat, satu pohon bisa menghasilkan 1 ton atau setara seribu buah alpukat. Buah ini juga dibutuhkan karena selain bisa dikonsumsi untuk jus buah, alpukat mengandung potasium atau kalium dan lemak nabati tak jenuh. Baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah depresi, hingga menghindarkan diri dari serangan stroke,” papar Agus.

Kandungan lemak tinggi juga bisa dimanfaatkan bagi bahan pembuatan sabun dan produk kosmetik, jelas dia. Pusbikat berkantor di kilometer 3 Baran, Gembongan, Jalan Ambarawa, Bandungan, Kabupaten Semarang. Salah satu tugas pokok fungsi Pusbikat yakni menjalin kerja sama dengan petani alpukat yang masih kesulitan menghasilkan buah dengan kualitas baik.

Pembagian Keuntungan

”Kami ingin membantu petani alpukat agar dapat menghasilkan buah unggulan dan berdaya jual tinggi. Caranya dengan menggunakan teknik top working atau sambung pucuk. Pohon alpukat milik petani dipotong dan tunasnya disambung dengan alpukat unggulan dari Pusbikat. Harapannya untuk memperbaiki varietas alpukat milik petani yang selalu tidak berbuah atau buah kecil bisa menjadi bagus,” ujar dia.

Nantinya, tambah dia, hasil buah tersebut akan dibeli pihaknya dan dijual kembali. Adapun pembagian keuntungannya untuk petani dan Pusbikat sebesar 40 persen, serta koordinator 20 persen. Selama ini, bibit alpukat unggul bisa didapat di daerah Bandungan, Muria, Kudus, dan Kendal.

Alpukat unggul memiliki ciri buah lebat, besar biji alpukat mencapai 1,5-2 kilogram. ”Kami telah menghasilkan alpukat unggulan, mendapatkan penghargaan dengan menjadi juara 1 se-Jateng.

Buah itu diberi nama Alpukat Yina, Muria, dan Si Cantik. Bentuk buahnya bagus, penampilan kulit luar cerah, warna dan ketebalan daging buah baik, dan rasanya enak serta tidak berair,” jelas Agus. (ary-48)


Berita Terkait
Komentar