Jalur Pendakian Merapi Masih Ditutup

Dilarang Gelar HUT Kemerdekaan di Puncak

SM/Joko Murdowo : PENDAKI TURUN: Pendaki turun dari kawasan puncak Merapi beberapa waktu lalu.(21)
SM/Joko Murdowo : PENDAKI TURUN: Pendaki turun dari kawasan puncak Merapi beberapa waktu lalu.(21)

BOYOLALI - Para pecinta alam dipastikan tak bisa menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus di puncak Merapi. Pasalnya, jalur pendakian masih ditutup mengingat status Gunung Merapi masih waspada.

Menurut Kepala Resor Selo, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), Wahid Adi, sejak letusan freaktif Mei lalu, pendakian gunung berketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl)†itu ditutup untuk umum. Penutupan dimaksudkan untuk menjaga keselamatan pendaki dari kejadian yang tak diinginkan. ”Memang belum aman untuk aktivitas pendakian. Daripada terjadi sesuatu yang tak diinginkan, maka a pendakian Gunung Merapi ditutup,” ujarnya. Penutupan juga merujuk dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPTKG) Yogyakarta yang menyatakan bahwa Gunung Merapi terlarang untuk aktivitas pendakian.

”Apalagi beberapa hari lalu, letusan freaktif masih terjadi.” Larangan pendakian juga diberlakukan pada saat malam 17 Agustus nanti. Banyak pendaki yang memperingati Hari Kemerdekaan di kawasan puncak Merapi. Bahkan di kawasan puncak gunung Merapi yakni di Pasar Bubrah, rutin digelar upacara HUTKemerdekaan oleh para pendaki. Bagaimana jika ada pendaki nekat ?

Pihaknya tidak memungkiri kemungkinan ada pendaki yang nekat melakukan pendakian. Pendaki bisa saja melalui jalur-jalur ”tikus” dan tidak melalui jalur resmi menuju puncak Merapi.

Apalagi jalur tikus pendakian Merapi jumlahnya sangat banyak. Jalur tikus banyak ditemui dari wilayah Magelang sampai Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Untuk itu, pihaknya akan menjaga seluruh jalurjalur tikus itu. ”Seluruh petugas di semua Resort akan diterjunkan.

Bahkan, kami juga melibatkan aparat kepolisian dan TNI serta warga desa juga untuk ikut pengamanan. Setiap jalur tikus bakal dijaga 2-3 petugas dibantu relawan dan warga desa setempat.” Terpisah, Ilham Failosof (24), salah satu pecinta alam dari Kecamatan Teras, mengaku sudah mengetahui informasi tersebut.

Mereka pun sepakat mengalihkan pendakian pada 17 Agustus ke Gunung Merbabu. ”Tak masalah jalur pendakian Merapi ditutup karena kondisi Merapi belum memungkinkan. Kami juga sudah sampaikan informasi ini ke sesama komunitas pecinta alam yang lain. Rencananya, pendakian tanggal 17 Agustus akan dialihkan ke Merbabu.” (G10-21)


Berita Terkait
Komentar