Desakan Warga Makin Menguat

Tuntut Jembatan Timbang Dioperasikan Optimal

SM/Susanto - BERDIALOG: Aliansi Masyarakat Peduli Fly Over Kreteg, Paguyangan, Brebes, berdialog dengan petugas Jembatan Timbang Ajibarang, kemarin. (37)
SM/Susanto - BERDIALOG: Aliansi Masyarakat Peduli Fly Over Kreteg, Paguyangan, Brebes, berdialog dengan petugas Jembatan Timbang Ajibarang, kemarin. (37)

BANYUMAS - Desakan warga Banyumas dan Brebes bagian selatan kepada pemerintah untuk segera mengoptimalkan kembali fungsi Jembatan Timbang Ajibarang yang telah dibuka beberapa hari lalu, makin menguat.

Mereka berharap operasional jembatan timbang dapat menekan angka kecelakaan di wilayah Banyumas dan Brebes. Kemarin (10/8), sejumlah warga dari Banyumas dan Brebes mendatangi Jembatan Timbang untuk mengecek kabar dioperasikan kembali Jembatan Timbang Ajibarang.

Warga yang datang meminta pemerintah bisa mengaktifkan kembali fungsi Jembatan Timbang sebagai pengendali operasional kendaraan bermuatan berat. Perwakilan Aliansi Masyarakat Peduli

Fly Over

Kreteg, Paguyangan, Brebes, Rohmat, mengaku datang bersama rekannya sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga pengguna jalan dan sekitar Fly Over Kreteg. Melihat kebelummaksimalan operasional jembatan timbang, dia bersama rekannya sangat menyayangkan.

Fly Over "Makanya, kami minta operasional jembatan timbang ini bisa dimaksimalkan. Pemerintah kami minta segera melengkapi sarana-prasarana jembatan timbang yang dibutuhkan, sehingga pengawasan dan pengendalian terhadap kendaraan bermuatan berat bisa dilaksanakan sebagai mestinya," ujarnya.

Menurut Rohmat, warga Paguyangan dan Bumiayu, Brebes, telah lama meminta jembatan timbang dioperasikan kembali. Pasalnya, tanpa pengawasan tersebut, angka kecelakaan di jembatan layang atau fly over Kreteg cukup tinggi.

Mayoritas kecelakaan yang memakan korban jiwa tersebut karena kendaraan bermuatan berat kelebihan tonase dan dimensi bahkan tidak layak jalan. "Akibat over dimensi dan over load inilah, sampai sekarang sudah ada 30 orang meninggal dunia. Selain itu ratusan luka ringan dan berat serta puluhan rumah rusak akibat kendaraan berat yang rem blong," jelasnya.

Karena itulah, sebagai warga Brebes yang berada di sekitar jembatan layang Kreteg, dia meminta pemerintah segera mengoperasikan jembatan timbang sebagaimana mestinya. Jika pemerintah tak segera merealisasikan hal tersebut, mereka mengancam akan mengerahkan massa dari ormas, pelajar, mahasiswa, dan elemen masyarakat melakukan aksi kembali.

"Jangan sampai ada korban lagi akibat kendaraan bermuatan berat yang rem blong akibat ketidaklayakan jalan ataupun kelebihan muatan. Kami minta segera dipenuhi dan dioperasionalkan sebagaimana mestinya, atau kami akan turun kembali melakukan demo jilid ketiga," tegas pengurus Pemuda Pancasila PAC Paguyangan tersebut. Warga Ajibarang, Kusworo, menyatakan hal yang sama.

Ia berharap agar jembatan timbang Ajibarang bisa dioperasionalkan kembali sebagaimana mestinya. Tak hanya berdampak pada warga di sekitar Jembatan Layang Kreteg, Paguyangan, kelebihan dimensi dan tonase muatan juga berbahaya bagi keselamatan pengguna jalan lain di wilayah Banyumas.

"Tak hanya warga Brebes selatan, kami dari wilayah Ajibarang juga meminta jembatan timbang ini benar-benar dioperasikan kembali. Kami yakin pemerintah bisa segera mengadakan hal tersebut, termasuk mungkin kebutuhan akan mesin hingga tempat sebagai kantong parkir muatan yang berlebih," katanya.

Dia mengatakan, kelebihan muatan kendaraan bermuatan berat makin memberikan dampak pada kerusakan jalan nasional, khususnya Ajibarang-Bumiayu. Sebagaimana diketahui hingga saat ini kondisi kendaraan di jalur Ajibarang-Bumiayu, tepatnya di Kecamatan Pekuncen, juga banyak bergelombang.

"Selain karena kondisi tanah hingga kualitas jalan, masyarakat juga mengetahui kelebihan tonase kendaraan juga berpotensi membuat prasarana jalan cepat rusak. Kelebihan muatan kendaraan ini juga berbahaya bagi pengguna kendaraan lain," jelasnya. (K37-37)


Baca Juga
Komentar