Pemilih Milenial Dibidik

MENDAFTAR : Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendaftarkan diri di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/8). (55)
MENDAFTAR : Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin serta Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendaftarkan diri di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/8). (55)

JAKARTA- Dua bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 telah mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat (10/8). Joko Widodo menggandeng KH Ma’ruf Amin, sedangkan Prabowo Subianto didampingi Sandiaga Salahuddin Uno. KPU meyatakan dokumen keduanya lengkap.

Pemilihan Sandiaga disebut oleh Prabowo sebagai pilihan dari pimpinan tiga partai mendukungnya. Ketiga partai itu adalah Gerindra, PKS, dan PAN. Koalisi yang kemudian ditambah Partai Demokrat tersebut meyakini Sandiaga tepat untuk membidik pemilih milenial. Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal, menilai Sandiaga lebih unggul dari segi kapasitasnya memahami generasi milenial.

”Dari segi perbandingan cawapres, antara Ma’- ruf Amin dan Sandiaga, pemahaman kondisi permasalahan kekinian dan bagaimana generasi milenial serta kaitannya dengan teknologi informasi, jelas Sandi lebih unggul,” kata Faisal, kemarin.

Faisal menyebutkan, meski pengalaman di bidang pemerintahan masih tergolong belum lama sebagai wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga memiliki pengalaman yang cukup panjang sebagai pelaku usaha. Sandi sudah membangun perusahaan investasi sejak mengenyam kuliah. Senada dengan itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, menilai Sandiaga juga memiliki lebih banyak peluang untuk menggaet generasi milenial.

Meski begitu, Sandiaga harus lebih beradaptasi dalam menghadapi tantangan ekonomi makro. ”Sandi punya peluang lebih ke arah generasi milenial dari permahaman ekonomi. Namun ke arah makro, perlu penyesuaian adaptasi di sana,” ujar Hariyadi.

Saat berbicara seusai mendaftarkan diri ke KPU, Sandiaga justru mengungkapkan pentingnya aspirasi kaum perempuan atau ibu. Dia mengatakan pihaknya ingin berjuang bagi kesejahteraan kaum ibu.

”Ada begitu banyak partai (pendukung) di sini. Yang belum ada itu partai emak-emak. Kami akan berjuang untuk partai emak-emak. Kami ingin harga-harga pangan terjangkau,” imbuhnya. Sandi mengakui pihaknya memang hendak fokus ke pembenahan perekonomian di Indonesia jika terpilih kelak.

Selain menjaga harga pangan, ia juga menyinggung soal ketersediaan lapangan pekerjaan. ”Kami akan berjuang bersama rakyat untuk menghadirkan pembaruan dalam sistem ekonomi, dimana kita ingin membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya,” ujar pria yang sudah mengundurkan diri dari posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta itu.

Sementara Prabowo menegaskan peran buruh sebagai yang pertama mengusung dirinya untuk bertarung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. ”Kamu buruh, saya tidak akan pernah lupa sama kalian. Buruh yang pertama mencalonkan saya sebagai Presiden pada 1 Mei (perayaan hari Buruh 2018), sebelum partai saya sendiri,” serunya.

Sebelum menyebut soal buruh, Prabowo berorasi mengenai tujuannya mencalonkan diri untuk pilpres 2019 bersama pasangan Cawapres Sandiaga Uno. ”Saudara, saya di sini dan Sandiaga Uno berjuang untuk kalian semua, segala tenaga dan pikiran, segala energi saya tumpahkan untuk membela kepentingan rakyat. Itu tekad politik saya,” tegas Prabowo.

Prabowo kemarin tiba di Gedung KPU dengan menaiki mobil beratap terbuka yang melaju pelan, di sepanjang jalan ia berdiri seraya menyapa dan melempar senyum ke arah ratusan pendukungnya. Sandiaga telah tiba terlebih dahulu di depan Gedung KPU.

Tidak lama setelah Sandiaga, sejumlah tokoh pendukung seperti pendiri PAN Amien Rais, perwakilan Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan tokoh PKS Hidayat Nur Wahid turut mendampingi pasangan itu mendaftar ke KPU.

Sebelumnya, pasangan Jokowi dan Ma’ruf Amin telah terlebih dahulu mendaftar didampingi sejumlah pejabat tinggi negara dan tokoh partai Koalisi Indonesia Kerja. Jokowi kemarin memuji pasangan Prabowo-Sandiaga. ”Pak Prabowo dan Pak Sandiaga Uno adalah putra-putra terbaik bangsa.

Sama seperti saya dan Prof Ma’ruf Amin, yang ingin berjuang untuk bangsa yang kita cintai ini,” katanya. Dia juga menyatakan bahwa Pemilu 2019 seharusnya tak menjadi ajang permusuhan. ”Jangan sampai karena perbedaan kita bermusuhan.

Bermusuhan antartetangga, tidak saling sapa antarkampung, sehingga hilang tali persaudaraan. Karena aset terbesar bangsa kita adalah persatuan, kesatuan, ini perlu kita jaga rawat bersama,” tegasnya. Selanjutnya kedua pasangan itu dijadwalkan segera menjalani tes kesehatan sebagai salah satu syarat mengikuti kompetisi politik itu.

Mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Senen, Jakarta Pusat pada hari yang berbeda. Jokowi-Ma’ruf akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada Minggu (12/8), sedangkan Prabowo-Sandi menjalani pemeriksaan pada hari berikutnya. Berdasarkan rangkaian jadwal kegiatan yang telah disusun KPU, verifikasi kelengkapan berkas para calon akan berlangsung hingga 14 Agustus 2018.

Selanjutnya, pada 15 hingga 17 Agustus 2018, KPU akan memberitahukan hasil verifikasi kepada kedua pasangan calon tersebut. Jika ditemukan kekurangan atau kesalahan, maka berkas-berkas pasangan capres-cawapres harus diperbaiki dalam kurun 18-20 Agustus 2018. Dokumen yang telah diperbaiki harus disampaikan kembali ke KPU Selambat-lambatnya pada 22 Agustus 2018.(ant,cnn-56)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar