DJ Doci, Wakil Indonesia di Amsterdam Dance Event 2018

Siap Mental Hadapi DJ Internasional

BERSAMA IBUNDA: DJ Doci bersama ibundanya, Retno Tj di Studio Wavegang di Jalan Wologito Tengah VI/48 Manyaran, Semarang. (55)
BERSAMA IBUNDA: DJ Doci bersama ibundanya, Retno Tj di Studio Wavegang di Jalan Wologito Tengah VI/48 Manyaran, Semarang. (55)

Prestasi Donny Richie Setiawan (23) melalui dunia musik sebagai seorang disk jockey (DJ) sekaligus produser patut diapresias. Pria kelahiran Semarang yang dikenal dengan nama panggung DJ Doci ini akan mewakili Indonesia pada Amsterdam Dance Event (ADE) 2018 yang digelar 17 Oktober mendatang.

DOCI berkesempatan tampil di ADE setelah meraih juara pertama mengalahkan sekitar 611 peserta Remix Competition Iceperience tingkat nasional yang digelar International Clubbing Experience (ICE) bekerja sama dengan #LOKALITUKEREN Community pada Juli 2018.

ADE adalah acara terbesar di EDM (Electronic Dance Music) Industry yang dihadiri ribuan clubbers, produser, event organizer kelas dunia, dan DJ selama lima hari.

Menurut pengakuan mantan drumer Grandlatte & Mochaccino ini, dia keluar sebagai juara pertama setelah mengaransemen ulang lagu ”Mess” milik DJ Winky Wiryawan dengan memberikan sentuhan elemen gitar sehingga terdengar lebih megah dan nikmat.

”Dari waktu satu bulan yang diberikan, saya butuh dua minggu untuk mengaransemen materi lagu tersebut,” kata Doci di studionya, Wavegang, yang berlokasi di Jalan Wologito Tengah VI/48 Manyaran, Semarang, kemarin.

Pria tersebut juga mengatakan, selain menyiapkan mental untuk tampil di hadapan ribuan clubbers bersama DJDJ kelas internasional di ADE, penggemar DJ Zedd ini juga sedang menyiapkan EDM tematik versi Jawa dengan memasukan elemen musik seperti gamelan, angklung, dan sinden.

”Tidak hanya tampil, saya juga berkesempatan belajar dari DJ dan produser kelas dunia untuk membuat banyak karya yang saya harapkan bisa tembus internasional,” kata Doci yang telah memiliki puluhan murid dari kalangan remaja hingga dewasa ini.

Ibu Doci, Retno Tj, menuturkan, dia mendukung penuh pilihan anak ketiganya untuk menggeluti dunia musik sebagai DJ profesional dan produser. ”Sejak kecil, Donny memang anak yang hiperaktif.

Sejak kelas dua SD sudah saya ikutkan kursus drum untuk menyalurkan aktivitasnya daripada gedebag gedebug di kamar seperti pegulat smackdown yang waktu itu masih ngetren,” kata Retno. Buah dari itu, anaknya pun kerap meraih juara sebagai drummer dan kemudian membentuk sebuah band Grandlatte & Mochaccino yang meraih sejumlah prestasi.

Band tersebut juga telah mencipta beberapa lagu. Namun pada 2013, Donny mulai beralih haluan dan memilih menekuni dunia DJ sejak mengenal dan ngefans terhadap DJ Zedd asal Rusia-Jerman.

”Sebelum memenangkan kompetisi remix, Donny juga beberapa kali meraih prestasi dan ada lagu ciptaannya berjudul Smack Dance yang masuk label Spinach Record,” kata Retno yang turut andil dalam mendirikan Wavegang DJ Studio & Equipment Rental.(Leonardo Agung Budi P-56)


Berita Terkait
Komentar