PPIH Embarkasi Solo Pastikan Keaslian Air Zamzam

SM/Antara : BEREDAR DI JABAR: Petugas Ditreskrimsus Polda Jateng menunjukkan barang bukti air zamzam palsu dalam kemasan bermerek Al-Lattul Water saat gelar kasus tersebut di Semarang, Rabu (8/8). Zamzam palsu itu beredar sejak Oktober 2017.(24)
SM/Antara : BEREDAR DI JABAR: Petugas Ditreskrimsus Polda Jateng menunjukkan barang bukti air zamzam palsu dalam kemasan bermerek Al-Lattul Water saat gelar kasus tersebut di Semarang, Rabu (8/8). Zamzam palsu itu beredar sejak Oktober 2017.(24)

BOYOLALI - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo memastikan air zamzam yang terdistribusi ke Indonesia terjamin asli. Hal itu diungkapkan Kepala Humas PPIH Embarkasi Solo, M Afief Mundzir, Kamis (9/8). ”Pemerintah sudah menjamin keaslian air zamzam yang terdistribusi ke Indonesia. Kecurangan oknum tertentu sudah diantisipasi selama pengiriman dari Arab Saudi ke Indonesia. Jamaah haji dan keluarga tidak perlu khawatir,” kata Afief.

Menurutnya, saat pengiriman menggunakan pesawat, sudah menjadi tanggung jawab maskapai dalam pendistribusian ke Embarkasi Solo. PPIH hanya sebagai penerima air zamzam dan selanjutnya didistribusikan ke masingmasing kabupaten/kota. ”Kami menerima kedatangan air zamzam di Embarkasi Solo.

Soal keamanan selama penerbangan menjadi tanggung jawab maskapai. Kami pastikan air zamzam berkapasitas lima liter itu terjamin keasliannya, karena di bawah pengawasan pemerintah,” ungkapnya.

Sebelumnya, tim Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jateng berhasil mengungkap praktik pemalsuan air zamzam kemasan di Kabupaten Batang, baru-baru ini. Pemalsuan menyasar galon kemasan 1 liter, 5 liter, 10 liter, dan botol berukuran 330 mililiter dan diberi label Al Lattul Water.

Afief mengatakan, keluarga masingmasing jamaah haji Embarkasi Solo bisa mengambil air zamzam yang disiapkan pemerintah di masing-masing daerah kabupaten/kota. Teknis pengambilan, keluarga bersangkutan cukup menunjukkan surat undangan pengantar jamaah haji kepada panitia kabupaten/kota. ”Pengiriman dan pendistribusian air zamzam dari Arab Saudi ke Indonesia sudah dilakukan pada Juli pekan keempat lalu. Untuk pengambilan, jamaah haji atau keluarga haji cukup menunjukkan surat undangan yang diberikan Kemenag kepada panitia haji di kabupaten/ kota setempat,” kata dia.

Setiap jamaah haji bakal diberi maksimal satu galon air berkapasitas lima liter. Mereka tidak perlu menggotong beban yang berat saat kembali ke Indonesia. ”Itu merupakan pelayanan yang kami berikan kepada jamaah haji Jateng dan DIY, kebanyakan jamaah berusia lanjut (lansia). Jika harus membawa banyak beban berat, akan menyulitkan masing-masing jamaah. Sehingga persoalan air zamzam sudah kami atur,” kata Afief.

Sebanyak 34.112 galon air zamzam bakal dikirim secara bertahap hingga 15 Agustus 2018. Menggunakan pesawat Garuda Indonesia (GI) dalam keadaan kosong penumpang, ribuan galon tersebut akan diletakkan terlebih dahulu di gudang Embarkasi Solo, selanjutnya didistribusikan ke daerah-daerah.

Beredar di Jabar

Sementara itu, penyidik Subdit Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Jateng terus menelusuri keterlibatan pelaku lain dalam pemalsuan air zamzam dengan tersangka Efendi (54) dan Yusron (37). Sebelumnya, penyidik menggerebek rumah yang digunakan untuk memproduksi air zamzam palsu berlabel Al Lattul Water di Jalan Blado-Pagilaean RT03 RW01, Batang. ”Kemungkinan ada pelaku lain, tapi benar atau tidak masih kami telusuri,” ungkap Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus AKBP Egy Andrian Suez, Kamis (9/8) malam.

Disinggung apakah air zamzam palsu yang diproduksi Efendi dan Yusron juga dijual di luar Jawa Barat, Egy mengatakan masih dalam pengembangan. Pemalsuaan air zamzam beromzet Rp 1,8 miliar tersebut terbongkar setelah polisis memdapat informasi. Saat penggerebekan, petugas menyita barang bukti puluhan kardus berisi ratusan air zamzam kemasan 10 liter, 5 liter serta 1 liter bermerek Al Lattul Water, ribuan lembar label dan plastik kemasan kosong. Polisi langsung menetapkan Efendi dan Yusron, pemilik usaha tersebut, sebagai tersangka.

Dalam pemeriksaan diketahui kalau air zamzam palsu tersebut sebenarnya hanya air mineral biasa yang dibeli dari depo isi ulang air mineral yang kemudian dikemas ulang oleh kedua pelaku. Setelah dikemas ulang, zamzam palsu kemudian dikirim ke pemesannya di Jawa Barat. Setelah diterima oleh pemesan, air zamzam tersebut diedarkan di toko perlengkapan haji dan umrah di provinsi tersebut.

Dalam kasus ini tersangka dijerat Pasal 120 UU Nomor 3 tahun 2014 tentang Perindustrian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda maksimal Rp 3 miliar. Tersangka juga dijerat Pasal 142 UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman dua tahun penjara atau denda maksimal Rp 4 miliar serta Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman lima tahun penjara atau denda maksimal Rp 2 miliar. Terpisah, Polda Jabar siap menelusuri air zamzam palsu bermerek Al Lattul Water yang diduga beredar di Jabar. Polda Jabar akan berkoordinasi dengan Polda Jateng yang sebelumnya mengungkap kasus tersebut. ”Kami akan telusuri kalau memang ada kaitan di Jateng ke arah Jabar,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat ditemui di Kabupaten Subang, Kamis (9/8/2018).

Sebelum melakukan penyelidikan, Polda Jabar akan berkoordinasi lebih dulu dengan penyidik Polda Jateng. Pihaknya membutuhkan data konkret untuk memudahkan langkah penyelidikan. ”Ada dua saluran. Pertama kami butuh data konkret dari Jateng yang menyelidiki. Kedua mungkin salurannya melalui korban (pembeli). Tapi sejauh ini belum ada korban, kita lihat dulu nanti,” katanya. Truno mengatakan, pengakuan dari pelaku soal diedarkan di Jabar belum bisa dipastikan.

Menurutnya, perlu alat bukti lain untuk membuktikan bahwa air zamzam palsu itu didistribusikan ke Jabar. ”Kami koordinasikan dengan Jateng. Kalau hanya sebatas satu keterangan, belum cukup,” kata Truno. (ihm, K44, dwi,dtc-31)


Berita Terkait
Komentar