Bandara Dewadaru Dikembangkan

SEMARANG -Kementerian Perhubungan menyetujui usulan pengembangan Bandara Dewadaru di Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. Sesuai rencana, pengembangan bandara yang mulai beroperasi pada Juni 2018 ini dilakukan pada 2019. Kepala Kantor Bandar Udara Dewadaru Karimunjawa Dodi Dharma menjelaskan, di antara pengembangan yang dilakukan adalah perpanjangan landasan pacu yang saat ini hanya 1.200 meter.

Landasan akan diperpanjang menjadi 1.600 meter. Selain itu perluasan terminal menjadi 800 meter persegi sehingga mampu menampung calon penumpang minimal 70 orang atau lebih banyak dari saat ini yang hanya memuat 15 orang. ”Lahan untuk pengembangan terminal dan landasan pacu telah ada, tinggal pelaksanaan perpanjangan landasan pacu dan perluasan terminal,” kata Dodi setelah melakukan audiensi dengan Gubernur Ganjar Pranowo, kemarin.

Belum Penuh

Bandara di Pulau Kemujan itu kini melayani rute penerbangan komersial dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang ke Bandara Dewadaru. Penerbangan dilayani NAM Air dengan menggunakan pesawat terbang ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang. Jadwal penerbangan tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu, Jumat, dan Minggu.

Menurutnya, saat ini daya tampung belum penuh. Rute dari Bandara A Yani menuju Bandara Dewadaru mengangkut 70 penumpang, sedangkan rute sebaliknya hanya dapat mengangkut 50 orang. Alasannya, panjang landasan pacu masih 1.200 meter. Sementara syarat minimum panjang landasan ATR 72 adalah 1.600 meter, sehingga panjang landasan perlu ditambah 400 meter. ”Harga tiket penerbangan ke Karimunjawa Rp 850.000/orang. Harga cukup mahal karena jumlah penumpang terbatas. Langkah ini dilakukan karena kondisi landasan pacu di Bandara Dewadaru belum sesuai syarat, yakni 1.600 meter untuk landasan pesawat ATR 72,” terangnya.

Gubernur Ganjar Pranowo menyambut baik pengembangan Bandara Dewadaru. Keberadaan bandara perintis diharapkan dapat menjadi pintu gerbang pengembangan wilayah Kepulauan Karimunjawa, sekaligus konektivitas wisata di daerah lainnya. ”Biasanya dengan pengembangan bandara, pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar akan terdongkrak. Wisatawan akan meningkat dan sektor ekonomi lainnya ikut naik, seperti kuliner, hotel, bahkan harga tanah melonjak tinggi,” ungkapnya. (H81-41)


Berita Terkait
Komentar