DCF 2018 Hadirkan Warna Baru

BANJARNEGARA - Menginjak tahun ke-9, Dieng Culture Festival (DCF) 3-5 Agustus akan menawarkan warna baru. Selain acara inti pencukuran rambut gimbal, banyak variasi acara bernuansa budaya lokal sehingga wisatawan menikmati suasana berbeda dibandingkan DCF sebelumnya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Dieng Pandawa Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur, Banjarnegara, Alif Fauzi mengatakan, DCF tahun ini akan menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

Acara utama masih sama, seperti pencukuran dan pelarungan rambut gimbal, pertunjukan seni tradisi, Jazz Atas Awan, penerbangan lampion, dan pesta kembang api. ”Tempat acara masih di kompleks Candi Arjuna,” katanya, Selasa (31/7).

Candi Arjuna terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Menurut dia, agar suasana DCF tidak monoton, pihaknya terus berkreasi untuk menyajikan sesuatu yang baru.

Semarak DCF tahun ini akan menghadirkan acara baru yang melibatkan wisatawan. Salah satunya, Aksi Dieng Bersih yang menjadi pembuka rangkaian DCF pada Jumat, 3 Agustus pagi.

Selain melibatkan komunitas, wisatawan juga bisa ikut serta jalan sehat sambil memungut sampah di sepanjang rute yang dilalui.

Menu baru lainnya, lanjut Alif, yakni Festival Domba Batur, Pameran Bunga, dan Festival Tumpeng. Festival Domba Batur merupakan upaya untuk mengenalkan potensi lokal berupa ternak domba batur.

Domba persilangan antara merino dan domba lokal ini sudah lama dibudidayakan warga Dieng dan sekitarnya. ”Festival ini juga untuk mengangkat potensi lokal sekaligus menunjang agrowisata kawasan Dieng,” ujarnya.

Pameran Bunga

Potensi lokal lain yang akan disajikan adalah Pameran Bunga Calla Lily selama DCF berlangsung. Ada beberapa titik berfoto (photo booth) berhiaskan bunga Calla lily. Rencana awal, acara ini akan dijadikan Festival Bunga.

Namun karena alasan teknis, maka untuk tahun ini baru diperkenalkan melalui pameran. ”Mungkin tahun depan sudah bisa ditingkatkan jadi festival,” tutur Alif.

Adapun Festival Tumpeng akan menampilkan kreasi tumpeng dari warga Dieng sebagai bentuk ungkapan syukur. Ada sekitar 50 nasi tumpeng yang akan dinikmati bersama oleh warga dan wisatawan. Sebelumnya tumpeng tersebut dikirab dari desa ke lapangan.

”Makan bersama ini menjadi sarana interaksi wisatawan dengan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan DCF,” papar dia. Panitia juga menjanjikan kejutan pada pergelaran Jazz Atas Awan.

Bukan hanya penampilan artis Ibu Kota, tapi juga ada inovasi baru pada tata panggung yang dipastikan akan menambah semarak suasana malam di Dieng. Alif menambahkan, persiapan acara sudah sekitar 95 persen.

Termasuk untuk pemenuhan permintaan anak rambut gimbal yang akan dicukur. Tahun ini, ada 12 anak yang akan mengikuti proses pencukuran dan pelarungan rambut gimbal. Selain dari Banjarnegara dan Wonosobo, ada juga yang dari luar kota seperti Bekasi dan Tasikmalaya, Jawa Barat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banjarnegara Dwi Suryanto mengatakan, pesona Dieng dan ajang DCF masih menjadi magnet wisata di Jawa Tengah. Buktinya, seluruh penginapan di sekitar objek wisata Dieng sudah habis dipesan wisatawan jauh hari.

Mengantisipasi animo wisatawan yang akan menginap selama rangkaian DCF, pihaknya menyiapkan alternatif dengan memanfaatkan rumah warga di beberapa desa tetangga Dieng Kulon untuk dijadikan penginapan. (K36-19)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar