USM Menuju Revolusi Industri 4.0

SM/Dok  -  TANAM BAKAU : Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (USM) menanam bakau sebanyak 3.000 buah di Mangunharjo, belum lama ini. (23)
SM/Dok - TANAM BAKAU : Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (USM) menanam bakau sebanyak 3.000 buah di Mangunharjo, belum lama ini. (23)

PERUBAHAN dunia kini tengah memasuki era revolusi industri 4.0 atau revolusi industri dunia keempat di mana teknologi informasi telah menjadi basis dalam kehidupan manusia. Era ini juga akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk di dalamnya bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta pendidikan tinggi termasuk di dalamnya perguruan tinggi.

Menghadapi era revolusi industri 4.0 tersebut, Universitas Semarang (USM) mulai mengembangkan potensi. Dekan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Susanto menuturkan, tantangan revolusi industri 4.0 harus direspons secara cepat dan tepat oleh seluruh civitas akademika USM agar mampu meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di tengah persaingan global.

USM berupaya mengantisipasi perubahan dunia yang kini telah dikuasai perangkat digital. ”Kebijakan strategis perlu dirumuskan dalam berbagai aspek mulai dari kelembagaan, bidang studi, kurikulum, sumber daya, serta pengembangan cyber university, risbang hingga inovasi,” tuturnya, Selasa (17/7).

Ia menjelaskan ada lima elemen penting yang harus menjadi perhatian dan akan dilaksanakan untuk mendorong era revolusi industri 4.0, yaitu, pertama, persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif, seperti penyesuaian kurikulum pembelajaran, dan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam hal data Information Technology (IT), Operational Technology (OT), Internet of Things (IoT), dan Big Data Analitic.

Selain itu juga mengintegrasikan objek fisik, digital, dan manusia untuk menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek data literacy, technological literacy and human literacy.

Cyber University

Kedua, rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi yang dibutuhkan. Selain itu, mulai diupayakannya program Cyber University, seperti sistem perkuliahan distance learning, sehingga mengurangi intensitas pertemuan dosen dan mahasiswa.

Cyber University ini nantinya diharapkan menjadi solusi bagi anak bangsa di pelosok daerah untuk menjangkau pendidikan tinggi yang berkualitas. Ketiga, persiapan sumber daya manusia khususnya dosen dan peneliti serta perekayasa yang responsif, adaptif, dan andal untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

Selain itu, peremajaan sarana prasarana dan pembangunan infrastruktur pendidikan, riset, dan inovasi juga perlu dilakukan untuk menopang kualitas pendidikan, riset, dan inovasi.

Keempat, terobosan dalam riset dan pengembangan yang mendukung revolusi industri 4.0 dan ekosistem riset dan pengembangan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas riset dan pengembangan kampus USM, Lembaga Litbang, LPNK, industri, dan masyarakat.

Kelima, terobosan inovasi dan perkuatan sistem inovasi untuk meningkatkan produktivitas industri dan meningkatkan perusahaan pemula berbasis teknologi. Menurut dia, kemajuan suatu negara untuk mengejar ketertinggalan sangat tergantung pada tiga faktor yang yakni pendidikan, kualitas institusi, dan kesediaan infrastruktur.

Terkait disruptive technology, ia mengatakan dunia pendidikan menjadi garis depan di era digital. Perguruan tinggi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Perguruan tinggi harus mampu merespons kebutuhan masyarakat yang saat ini sudah banyak melakukan kegiatan pembelajaran secara online, sehingga perguruan tinggi tidak ditinggalkan atau harus tutup. ”Dunia cepat berubah, USM harus mampu cepat adaptif dengan tetap menjaga karakter Indonesia,’’ ujarnya.

Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi USM memiliki tiga program studi yaitu S1 Sistem Informasi, Teknik Informatika dan Ilmu Komunikasi. Ketiga prodi ini disiapkan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berkompeten menghadapi era digital. (23)


Berita Terkait
Baca Juga
Loading...
Komentar