• KANAL BERITA

Ajari Riasan Berkualitas

KELAS KECANTIKAN : Mahasiswa D3 Administrasi Bisnis Polines mempraktikkan teknik merias dalam Talkshow and Beauty Class 2018 “Show Your Confident with The Flawless Beauty”. (53)
KELAS KECANTIKAN : Mahasiswa D3 Administrasi Bisnis Polines mempraktikkan teknik merias dalam Talkshow and Beauty Class 2018 “Show Your Confident with The Flawless Beauty”. (53)

DULU menjadi perias dianggap tidak prestise. Namun, tren berubah. Saat ini, melalui media sosial, bisa merias atau menjadi perias seakan jadi impian semua orang.

Tata cara merias di Youtube, jual beli peralatan rias di berbagai perdagangan elektronik, serta ulasan para pegiat kecantikan di media sosial membuat masyarakat, terutama anak muda, makin paham soal rias-merias. Baik kah tren itu? Delima Rahayu, salah satu make up artist (MUA) di Semarang, mengaku terbantu dengan media sosial.

Khususnya lewat Instagram, perempuan kelahiran 1994 asal Lampung itu bisa memamerkan portofolio riasan karyanya. Dari media sosial pula, Delima yang semula les rias pakem akhirnya menyadari bahwa ia lebih nyaman menggunakan teknik merias fleksibel yang dipopulerkan para MUA.

Menekuni dunia rias sejak dua tahun lalu, Delima mengatakan tidak pernah benar-benar selesai belajar merias. “Selalu ada tren baru make up yang menarik diaplikasikan. Setelah belajar teori, jangan lupa langsung praktik supaya hasilnya terlihat,” ujarnya. Ia lantas memberi saran agar tak ragu nyemplung ke dunia MUA.

Menurutnya, yang terpenting adalah memastikan bahwa merias merupakan sebuah renjana (passion). Menjalani renjana, seberat apapun tantangannya, akan tetap terasa ringan. Sebaliknya, jangan terjun ke dunia MUA hanya karena terseret arus, misal ikut-ikutan teman.

“Karena passion, saya tidak masalah mematok tarif murah di awal-awal karier merias. Tidak perlu mikir untung-rugi. Yang penting renjana (passion) bisa tersalurkan. Lagipula, rasanya sangat senang jika klien puas oleh hasil riasan saya,” tutur Delima.

Kelas Kecantikan

Delima merupakan pembicara tunggal dalam Talkshow and Beauty Class 2018 “Show Your Confident with The Flawless Beauty”, Kamis (12/7). Acara yang bertempat di Ruang Serba Guna Politeknik Negeri Semarang (Polines) itu diprakarsai mahasiswa D-3 Administrasi Bisnis Polines. “Tema kewirausahaan sudah banyak diangkat. Kali ini kami tertarik mengadakan acara yang berbeda, yakni pengetahuan merias untuk anak muda,” ungkap sekretaris acara, Sri Wijayanti.

Dalam sesi kelas kecantikan, formasi kursi berubah. 6-7 kursi dibuat berkelompok, dengan total 17 kelompok. Sesi ini diisi Dwijani Irianingsih, seorang public relation dan tentor beauty class dari salah satu perusahaan kosmetik.

Dengan banyak candaan, Wiwi, sapaannya, berbicara tentang ilmu berpenampilan, terutama saat melamar pekerjaan. Dia juga menekankan pentingnya mengatur sikap untuk memberi kesan pertama yang baik.

Selain percaya diri, ketika wawancara pekerjaan penting untuk memperhatikan hal-hal mendetail seperti cara mengetuk pintu, menyapa, bersalaman, duduk, hingga teknik meletakkan tas. Selanjutnya, Wiwi mengajak peserta praktik merias untuk tampilan ke kantor (office look).

Peserta yang seluruhnya perempuan terlihat antusias mengikuti sesi ini. Sembari menjelaskan langkah-langkah merias, Wiwi dibantu timnya berkeliling mengecek para peserta.

Acara tersebut memuktikan bahwa merias bukan berarti mengubah diri jadi seseorang yang tidak dikenali. Merias justru menjadi bukti bahwa seseorang bisa menyesuaikan diri dalam segala kondisi. (Sofie Dwi Rifayani-53)


Komentar