Berusia di Bawah 13 Tahun Harus Izin

KABAR gembira bagi pengguna aplikasi berbagi video populer atau dikenal dengan layanan Tik Tok. Setelah diblokir selama sepekan, aplikasi asal Tiongkok itu akhirnya bisa diakses lagi per Selasa (10/7) lalu.

Informasi tersebut disampaikan Noor Iza selaku Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Selasa lalu. Ia mengatakan, pemblokiran platform berbagi video lipsync singkat 15 detik itu sudah dibuka. Jika tampilan sebelumnya hanya berwarna hitam dan videonya tidak bisa diputar, kini video-video yang tayang di Tik Tok sudah bisa diputar lagi. Pemblokiran dibuka setelah pengelola Tik Tok bertemu Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Mereka menyatakan akan mengubah batas minimal usia penggunanya. Kala itu, disepakati bahwa batas usia pengguna Tik Tok minimal 16 tahun. Namun hal itu kemudian berubah menjadi 13 tahun. Pengubahan itu disampaikan oleh Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Kominfo Semuel A. ”Disesuaikan juga dengan aplikasi lain seperti Facebook, Twitter, dan lain sebagainya,” katanya kepada media di Jakarta, Selasa (10/7).

Meski begitu, pria yang akrab disapa Semmy ini menuturkan, pengguna yang berusia di bawah 13 tahun, harus mendapat izin dan berada di bawah pengawasan orang tua. Nantinya, mereka akan diberikan semacam panduan oleh orang tua. Seperti halnya sebelum membuat akun, orang tua harus mengisi formulir yang diberikan. ”Pihak Tik Tok juga akan menerapkan teknologi face recognition. Jadi, dapat melakukan pengenalan wajah untuk mengetahui umur pengguna,’’ucap Semmy.

Penuhi Syarat

Semuel, seperti dilansir CNN mengatakan, pihak Tik Tok sudah memenuhi sebagian besar syarat yang diminta agar pemblokiran dibuka. Dari 10 syarat, sembilan telah dipenuhi, satu lainnya masih dalam proses.

Menurut Semuel, ada beberapa hal yang sudah mereka lakukan, seperti membersihkan konten negatif. Selain itu, juga mengembangkan sistem dengan teknologi AI (artificial intelligence) untuk membatu memfilter konten. Mereka juga merekrut karyawan dari Indonesia sampai 200 orang yang bertugas mengawasi konten. Aplikasi asal Tiongkok ini juga sedang membicarakan kerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia untuk membuat program-program yang memastikan generasi muda memiliki pengalaman dalam jaringan (daring) yang aman, sehat dan mendidik. ”Indonesia adalah pasar yang sangat penting bagi Tik Tok. Kami berada di Indonesia untuk jangka waktu panjang. Kami berkomitmen untuk membantu mengurangi kesenjangan digital serta memfasilitasi topik-topik yang penting bagi pengembangan industri internet di Indonesia,” sebut CEO Tik Tok Indonesia Nan Zhang.

Ditambahkan, menyediakan platform konten yang aman, sehat dan berkualitas tinggi kepada para pengguna merupakan hal terpenting bagi Tik Tok. Menurutnya, Tik Tok telah mengambil tindakan guna memperkuat proses moderasi konten dan akan menerapkan teknologi yang diperlukan untuk memastikan adanya keamanan bagi para pengguna.

Materi-materi mengenai bimbingan orang tua dan panduan bagi komunitas telah diperbarui untuk membuat lingkungan platform yang lebih positif. Tik Tok juga akan tetap bekerja sama dengan regulator dan organisasi-organiasi terkait secara lebih erat dengan memastikan keamanan konten dan mempromosikan konten yang bersifat edukatif. Adapun, satu syarat yang masih berada dalam proses adalah terkait posisi tombol untuk melaporkan konten negatif. Sebelumnya, tombol tersebut berada di dalam opsi untuk membagikan konten. Kementerian Kominfo meminta tombol tersebut dipindahkan ke halaman utama agar lebih mudah diakses.

Semuel mengatakan, pihak Tik Tok meminta waktu untuk memenuhi syarat tersebut, karena harus terlebih dahulu mengubah koding dalam aplikasi. Menurut Semuel, sejauh ini Tik Tok bersikap kooperatif dan merespons dengan cepat seluruh permintaan dari Kemenkominfo. Seperti diketahui, Tik Tok adalah platform video pendek yang didesain untuk pembuat konten generasi baru.

Aplikasi ini memungkinkan pengguna membuat video dengan berbagai efek khusus yang unik dan dapat dibagikan kepada teman. Tik Tok populer dan berkembang cepat karena disukai anakanak muda dan dinilai memberi kebebasan pengguna untuk menggali kreativitas di bidang musik, berbagi pengetahuan atau penampilan lainnya. Aplikasi ini diblokir oleh Kementerian Kominfo lantaran banyak konten negatif yang tersebar di dalam layanannya.(Dwi Ani R-54)


Berita Terkait
Baca Juga
Komentar