• KANAL BERITA

Kalahkan Martapura FC, PSS ke Posisi Runner Up

Foto: suaramerdeka.com / Gading Persada
Foto: suaramerdeka.com / Gading Persada

SLEMAN, suaramerdeka.com - Gol tunggal Ichsan Pratama menit 11  membawa PSS Sleman meraih poin penuh usai mengalahkan Martapura FC, 1-0 pada laga pekan kelima Liga 2 di Maguwoharjo International Stadium (MIS), petang tadi. Hasil ini membuat PSS menutup laga terakhir sebelum libur Ramadan dengan naik satu tingkat ke posisi runner-up klasemen sementara Grup Timur dengan nilai 10.

"Pertandingan melelahkan, setelah kalah di kandang cukup berat bagi pemain. Tapi ini murni perjuangan pemain karena saya baru pegang tim sepekan," tutur careteker pelatih PSS Seto Nurdiyantoro usai laga, Rabu (16/5).

Apa yang diutarakan Seto beralasan. Sebab, mengawali laga, anak-anak PSS tampak tak berkembang. Sebagai tim tamu, Martapura FC justru mendapatkan momentum pertama dengan mengancam terlebih dahulu pertahanan tuan rumah. Laga baru berjalan enam menit, sepakan Uko Wahyu harus susah payah ditepis kiper PSS Setya Beni.

Setelah itu giliran PSS mengancam tamunya. Hasilnya menit 11, PSS mampu unggul lewat gol sepakan Ichsan Praratama. Bermula ketika bola sepakannya ke arah gawang membentur kaki pemain belakang Martapura FC Idul Hakim dan berbelok arah masuk ke gawangnya sendiri. Kiper Juni Irawan yang sudah out position pun tak kuasa menggapai bola yang sudah bergulir masuk ke dalam gawangnya.

Menit 35, Martapura FC meningkatkan serangan. Bek Muhammad Taufan keluar dan diganti striker Ryan Kurnia. Empat menit berselang, PSS berpeluang menjauh setelah wasit Kasman (Sulsel) memberi hadiah penalti karena gelandang Dave Mustaine dijatuhkan di kotak penalti saat menyongsong bola sepak pojok. Sayang, Tambun Naibaho gagal menjalankan tugasnya setelah bola sepakannya dari titik putih hanya menerpa mistar. Skor tak berubah 1-0 hingga turun minum.

Di paruh kedua, PSS lagi-lagi mendapatkan hadiah penalti. Tepatnya di menit 64 setelah Rifal Lastori dijatuhkan di areal terlarang. Gelandang Dave Mustaine yang ditunjuk menjadi algojo mengikuti jejak rekannya Tambun Naibaho yang sebelumnya juga gagal setelah sepakannya juga menerpa mistar. Setelah itu kedua tim saling serang, namun hingga wasit menutup laga tak ada satu pun gol lagi tercipta. PSS menang 1-0.

"Penalti gagal karena ketenangan dari pemain yang tidak baik. Meski begitu hasil yang positif artinya pemain sudah melupakan hasil buruk di pertandingan-pertandingan sebelumnya," papar Seto.

Adapun dari kubu Martapura FC, sang juru taktik Hartono Ruslan menganggap timnya banyak dirugikan oleh keputusan wasit dan kemenangan PSS hanya dianggapnya sebagai sebuah keberuntungan semata. "Sebenarnya pertandingan berjalan bagus, kedua tim bermain ketat dan cepat. Tapi kami sering gagal menembus pertahanan PSS karena diganggu wasit dengan keputusannya yang merugikan kami," tandas Hartono Ruslan.


(Gading Persada /CN26/SM Network)