• KANAL BERITA

Sarri Ingin Pergi dari Napoli di Saat yang Tepat

Foto: Gareth Copley / Getty Images
Foto: Gareth Copley / Getty Images

NAPLES, suaramerdeka.com - Maurizio Sarri menyebut jika saat ini adalah waktu yang tepat untuk kepergiannya di mana, fans masih memujanya. Dengan begitu, Sarri kian dekat untuk meninggalkan I Partenopei.

"Jika Anda hanya berpikir soal fans, Anda tentu sangat ingin bertahan selama mungkin dan bahkan jika presiden ingin memecatmu maka mungkin mereka akan mengirim teror. Anda tidak bisa menemukan fans yang seperti ini di manapun, itu sangat penting. Tapi Anda juga harus berpikir soal aspek lain. Tapi jika ini harus berakhir, maka saya ingin Napoli ada terus dalam ingatan," ujar Sarri di  Soccerway.

Ketertarikan Chelsea kepadanya, membuat masa depan Sarri dispekulasikan, terlebih kinerjanya bersama Napoli terbilang oke. Dengan materi Napoli yang kalah wah dengan Juventus, Sarri mampu membawa tim itu tampil aktraktif dan bersaing memperebutkan gelar juara. Di sisi lain, Chelsea juga menilai Antonio Conte sudah gagal musim ini karena tak mampu mempertahankan gelar juara Premier League dan berprestasi di Liga Champions.

"Saya berutang besar kepada presiden, karena dia memberikan kesempatan saya merasakan sesuatu yang luar biasa. Saya yang membuat seluruh keputusan yang bisa meningkatkan status kami seperti yang fans inginkan."

Meski masih berharap agar sang pelatih bertahan dan mengubah keputusannya, Napoli sendiri sudah pasrah kehilangan Sarri. Diakui sang pelatih, jika dirinya tak ingin lama-lama juga melatih Napoli. Sarri ingin pergi di saat yang tepat, di saat fans Napoli masih mengelu-elukannya dan memujanya sebagai pahlawan tim itu, bukan di saat klub tengah terpuruk.

"Jika presiden puas dengan kerja saya, maka itu bagus sekali. Jika tidak senang, maka sangat disayangkan, tapi bakal ada jalan keluar untuk kedua pihak. Jika dia memanggil, maka saya akan datang. ans Napoli membuat pengalaman Anda begitu luar biasa, tapi Anda takut ini akan berakhir. Itu bisa membuat Anda berpikir bahwa lebih baik pergi ketika masih ada rasa cinta ketimbang di saat-saat sulit," tutupnya.


(Andika Primasiwi, DS/CN26)