• KANAL BERITA

Emery Akui Pengaruhnya di PSG Tak Lebih Besar dari Neymar

Foto: Gonzalo Arroyo Moreno / Getty Images
Foto: Gonzalo Arroyo Moreno / Getty Images

PARIS, suaramerdeka.com - Pelatih Paris Saint-Germain, Unai Emery mengakui pengaruhnya tak lebih besar dari Neymar di tim tersebut. Kenyataan tersebut, kata dia, nampaknya perlu diterima para penerusnya di PSG.

"Suatu hari Jorge Valdano (mantan pemain, pelatih, dan direktu Real Madrid) membuat saya ungkapan ini: Di Barcelona pemimpinnya adalah Messi, di Madrid itu Florentino Perez, dan di Atletico Madrid adalah (Diego) Simeone. Seorang pemain, presiden, dan pelatih," kata Emery dilansir Soccerway.

Setelah menangani tim selama dua musim, Emery akan meninggalkan PSG di akhir musim ini. Gagal di musim pertamanya, Emery menorehkan sukses di musim keduanya dengan membawa PSG menjuarai Ligue 1, lalu memenangi Coupe de la Ligue, sementara di Coupe de France masih ada kesempatan untuk meraih gelar keduanya di ajang tersebut musim ini.

Salah satu momen terbesar Emery di PSG adalah mendapatkan pemain sekelas Neymar pada musim panas lalu. Langkah ini tak diragukan lagi diambil PSG demi memenuhi ambisi untuk jadi yang terbaik di Eropa. Emery pribadi mengakui bahwa pengaruhnya sekalipun masih kalah ketimbang Neymar dan menyebut itu akan berlangsung sampai bermusim-musim ke depan.

"Seorang sosok pemimpin yang berbeda di setiap waktunya. Saya tahu kapan saya jadi sosok utama di sebuah grup dan saat tidak. Itu adalah sebuah proses yang setiap pelatih harus hadapi dan diinternalisasi, itu sesuatu yang Anda pelajari dengan waktu dan pengalaman."

Disebut Emery, PSG nampaknya ingin membuat Neymar berada dalam posisi serupa dengan Lionel Messi di Barcelona: sebagai pemimpin tim. Akan sulit bagi pelatih untuk mendapatkan pengaruh seperti Pep Guardiola di Manchester City, atau Diego Simeone di Atletico Madrid, selama Neymar di PSG.

"Di setiap klub, Anda tahu apa peran yang Anda mainkan dan apa peran yang Anda berikan ke anggota tim. Menurut saya, di PSG pemimpinnya adalah yang dipanggil Neymar. Atau lebih tepatnya, pemimpinnya adalah seorang yang akan dipanggil Neymar karena dia sedang berproses ke sana."

"Neymar datang ke PSG untuk jadi seorang pemimpin, untuk menghadapi proses yang dibutuhkan demi menjadi nomor satu dunia. Itu adalah proses yang masih butuh sedikit waktu untuk diperkuat. Di Manchester City, pemimpinnya adalah Pep, di PSG, pemimpinnya pastilah Neymar," imbuhnya.


(Andika Primasiwi, DS/CN26)