• KANAL BERITA

Bona Simanjuntak Terima Tantangan Latih PSIM

BERJABAT TANGAN: Manajer PSIM Yogyakarta Erwan Hendarwanto (kanan) dan pelatih baru PSIM Bona Simanjuntak berjabat tangan di depan Kantor PSIM, Baciro, Kota Jogja. (suaramerdeka.com / Gading Persada)
BERJABAT TANGAN: Manajer PSIM Yogyakarta Erwan Hendarwanto (kanan) dan pelatih baru PSIM Bona Simanjuntak berjabat tangan di depan Kantor PSIM, Baciro, Kota Jogja. (suaramerdeka.com / Gading Persada)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kursi pelatih kepala PSIM Yogyakarta berpindah tangan. Terganjal lisensi kepelatihan, Erwan Hendarwanto harus menyerahkan tongkat kepelatihan PSIM ke Bona Simanjuntak. Oleh manajemen Erwan diberi posisi baru sebagai manajer.

Menurut Ketua Umum PSIM Agung Damar Kusumandaru pihaknya terpaksa mencari pelatih baru menyusul lisensi kepelatihan Erwan yang tak memenuhi syarat dari operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) yakni B AFC. Sementara Erwan hanya C AFC. Adapun Bona Simanjuntak sudah memenuhi lisensi dan juga dinilai pelatih muda yang mempunyai visi sama dengan tim. Yaitu menerapkan sepakbola modern seperti yang selama ini coba diperagakan timnya.

Jadi diharapkan, eks bintang PSS Sleman ini bisa  segera adaptasi dengan skema main tim. Apalagi tim saat ini sudah masuk pekan kedua. Diharapkan masuknya Bona bisa semakin membuat performa tim meningkat. “Dia mengadopsi permainan kolektif dan modern. Seperti yang selama ini diperagakan PSIM. Semoga bisa membuat tim lebih kuat,” papar Agung Damar, kemarin.

Masuknya Bona selain menggeser posisi Erwan, tidak merubah komposisi asisten pelatih lainnya. Untuk asisten pelatih tetap dipegang Ananto Nurhani, Didik Wisnu sebagai pelatih kiper dan Bagyo Irianto selaku pelatih fisik. Semasa menjadi pemain, Bona berposisi sebagai gelandang. Selain PSS, dia juga pernah memperkuat sejumlah klub di Indonesia, seperti PSMS Medan dan Persijap Jepara.

Sementara itu Bona Simanjuntak mengaku tertantang ketika memberanikan mengiyakan tawaran menjadi pelatih PSIM. Terlebih PSIM saat ini harus terkena sanksi dari FIFA berupa pengurangan poin minus sembilan akibat tunggakan gaji tiga pemain asingnya di musim 2012 lalu. “Suatu kebanggaan juga bisa bergabung dengan PSIM. Kondisi PSIM saat ini justru menjadi tantangan bagi saya dan juga anggota tim. Saya yakin bisa melaluinya,” sambung Bona di mess PSIM.

Faktor psikologis para pemain yang diakuinya terguncang karena pengurangan poin tersebut, sebisa mungkin akan diatasi Bona dengan tim pelatih lainnya. “Dibuat suasana tidak tegang saja, lebih bisa membaur dan pendekatan personel ke setiap pemain,” kata dia.

Bona mengaku belum bisa berkata banyak tentang perubahan apa yang akan dilakukannya untuk PSIM. “Mungkin setelah laga besok melawan Mojokerto Putra baru saya bisa berkata banyak apa yang akan dilakukan untuk PSIM nanti. Yang jelas karena saya baru masuk maka tetap akan berkolaborasi dengan pelatih sebelumnya seperti Mas Erwan (Erwan Hendarwanto),” tandas dia.


(Gading Persada /CN26/SM Network)