• KANAL BERITA

Mainkan Tim U-23 untuk Replay Piala FA, Klopp Dikecam

Foto: reuters
Foto: reuters

LIVERPOOL, suaramerdeka.com - Lantaran memilih menurunkan tim Liverpool U-23 untuk laga replay di Piala FA, manajer Liverpool, Juergen Klopp mendapat kecaman dari bos Accrington Stanley, Andy Holt. Menurutnya, sikap Klopp dan Liverpool sudah kelewatan, sehingga dia mendesak agar FA menjatuhkan hukuman.

"Juergen, LFC Anda mempermalukan diri sendiri. Anda menodai reputasi Anda. Pikirkan kembali di mana Anda berjalan dari sini. Anda membunuh Piala FA. Ada tuntutan untuk membunuh Piala Liga Inggris. Anda membunuh kami. Ini adalah pertarungan yang harus dimenangi FA atau kompetisi andalannya sepenuhnya dirusak," tulis Holt di akun Twitter-nya seperti dikutip Sky Sports.

Liverpool memang harus menjalani laga ulangan di babak keempat Piala FA usai ditahan imbang 2-2 saat bertanding di markas tim League One itu, Shrewsbury Town, akhir pekan kemarin. Pertandingan replay dijadwalkan akan digelar di Anfield pada 4 Februari.

Artinya, jeda musim dingin Liverpool, yang jatuh tanggal 2-16 Februari bakal terpotong. Tak mau jatah libur skuadnya terpotong, Klopp memutuskan akan menurunkan tim U-23 untuk laga replay. Karena Klopp dan stafnya juga libur, Neil Crithcley yang akan memimpin tim seperti saat menghadapi Aston Villa di Piala Liga Inggris. Namun, keputusan Klopp itu malah dikecam.

"Ini adalah pertarungan yang harus EFL (Liga Inggris) menangi, atau mereka tutup toko saja. LFC perlu dikecam dan didenda besar. Ini bukan sepakbola mereka. Ini sepak bola kami. Jalan yang kami lalui, selalu kalah dari keserakahan Premier League, harus dihentikan. Mungkin pemerintah atau suporter yang harus berjuang untuk kami pada akhirnya. Dengan tidak adanya FA dan EFL yang kuat, mungkin tidak ada pilihan lain."

"Ada stadion dijual, klub saling menuntut, gaji yang tidak dibayar, klub bangkrut setelah tersingkir... Berapa banyak bukti lagi yang dibutuhkan agar FA dan EFL melihat ini sudah terlalu jauh? SEPAK BOLA KESULITAN. Bertindaklah untuk piramida kami atau pergi."


(Andika Primasiwi, DS/CN26)