• KANAL BERITA

Gantikan Seto, Eduardo Perez Moran Arsiteki PSS Sleman

PERNYATAAN: Pelatih asal Spanyol, Eduardo Perez Moran memberikan pernyataan usai secara remsi ditunjuk sebagai pelatih kepala PSS Sleman saat diperkenalkan ke awak media di The Rich Jogja Hotel, Rabu (15/1). (suaramerdeka.com / Gading Persada)
PERNYATAAN: Pelatih asal Spanyol, Eduardo Perez Moran memberikan pernyataan usai secara remsi ditunjuk sebagai pelatih kepala PSS Sleman saat diperkenalkan ke awak media di The Rich Jogja Hotel, Rabu (15/1). (suaramerdeka.com / Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Keputusan mengejutkan diambil manajemen PT Putra Sleman Sembada, perusahaan yang mengelola PS Sleman dengan menunjuk Eduardo Perez Moran sebagai pelatih baru tim tersebut. Mantan pelatih kiper Timnas Indonesia era Luis Milla itu menggantikan posisi pelatih PSS sebelumnya, Seto Nurdiyantoro.

“Melihat kondisi PSS saat ini, ya tahu lah PSS tidak sebesar klub lainnya. Prosesnya sangat cepat sekali. Kami periksa lagi berkas-berkas (pelamar), telepon Moran lalu dia langsung setuju,” beber Fatih Chabanto, CEO PT Putra Sleman Sembada saat memperkenalkan Eduardo Perez ke awak media di The Rich Jogja Hotel, Rabu (15/1).

Fatih pun menceritakan sedikit kronik perekrutan Eduardo Perez ke PSS. Pasalnya, manajemen belum bisa memenuhi permintaan Seto terkait nilai kontrak yang nilainya dikabarkan naik lebih tinggi dibandingkan musim lalu.

Enggan menaruh harapan, manajemen gerak cepat memindai CV para pelatih yang mengajukan diri lalu menemukan pria berkepala plontos yang musim lalu berada di tim pelatih Persija Jakarta itu. “Bersama Moran, kami menargetkan PSS bisa finish lima besar musim depan, naik tiga strip dari peringkat musim lalu,” kata Fatih.

Eduardo pun mengamani pernyataan Fatih Chabanto. Tawaran manajemen Super Elang Jawa sulit ditolaknya. Apalagi pria asal Spanyol itu mengaku ingin tantangan menjadi pelatih kepala setelah sebelumnya kenyang pengalaman menjadi pelatih kiper. “Ini tawaran yang sangat menggiurkan dan tidak bisa saya tolak. Sangat menantang juga. Kami akan bekerja keras untuk PSS musim ini,” sambung Eduardo Perez.

Pelatih yang sempat menjadi asisten Xavi Hernandez di Al Sadd itu punya target sama. Sebagai klub besar, baginya PSS punya segala sumber daya untuk memenuhi target itu. Apalagi salah satu kekuatan Laskar Sembada ada di suporter yang kerap memenuhi stadion saat kandang maupun tandang. “Saya punya pengalaman bertanding di Maguwo saat PSS masih di Liga 2, atmosfernya sangat gila. Klub ini punya semuanya untuk berada di papan atas liga,” tandas dia.

Musim 2020 ini, Eduardo Perez akan dibantu tiga asisten pelatih, yang sebelumnya sudah masuk dalam tim pelatih PSS musim lalu yakni Danilo Fernando, Suwandi HS dan Listyanto Raharjo.


(Gading Persada /CN26/SM Network)