• KANAL BERITA

Slemania-BCS Tak Kaget dengan Minimnya Persiapan PSS

AKSI KOREO: Kelompok pendukung PSS Sleman, Slemania, melakukan aksi koreo bertemakan persaudaraan DIY-Papua saat laga PSS kontra Persipura. (suaramerdeka.com / Gading Persada)
AKSI KOREO: Kelompok pendukung PSS Sleman, Slemania, melakukan aksi koreo bertemakan persaudaraan DIY-Papua saat laga PSS kontra Persipura. (suaramerdeka.com / Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Belum ada pergerakan berarti yang dilakukan PS Sleman dalam persiapannya menuju kompetisi Liga 2 musim 2020. Alih-alih membentuk tim, pelatih definitif hingga manajer pun belum ditetapkan. Slemania dan Brigatta Curva Sud (BCS) pun tak terkejut akan minimnya persiapan klub kebangaannya itu.

“Ya tidak terkejut juga karena lambannya transfer pemain (pembentukan tim) adalah budaya manajemen PSS dari dahulu. Tidak bisa dipungkiri PSS selalu terlambat dari tim lain kontestan liga lainnya,” tutur Media Officer Slemania, Rengga Dian, kemarin.

Sejatinya, lambannya persiapan haus diperbaiki manajemen agar lebih profesional guna membentuk PSS yang lebih berprestasi dari musim sebelumnya. Terlebih, sukses di musim pertama tampil di Liga 1 dengan tidak terdegrasi dipastikan Super Elang Jawa akan menemui musim berat berikutnya.

“Sangat disesalkan dan mungkin jadi hal yang biasa menjelang musim baru. Jangankan transfer pemain. Susunan tim kepelatihan saja belum terbentuk. Tuntutan dari suporter untuk prestasi PSS lebih baik dari musim sebelumnya agak lebih berat,” jelas dia.

Sekedar pelipur lara, lanjut Rengga, meski sampai saat ini baru satu pemain anyar yang direkrut, Slemania tetap yakin akan ada pemain-pemain baru dari PSS di musim berikutnya. “Kami masih menunggu pergerakan manajemen. Jika pada waktu yang ditentukan belum ada perkembangan, kami akan protes dengan cara kami,” tegas dia.

Senada disampaikan perwakilan BCS, Muhammad  Zulfikar yang menyebut adalah hal biasa yang selalu ditunjukan PSS di awal musim. “Kalau temen-temen BCS, ya sudah tidak kaget, sudah jadi ritual tahunan persiapan awal musim selalu begini,” sambung Zulfikar pada wartawan.

Menurut dia, BCS yang merupakan kelompok suporter penghuni tribun selatan stadion Maguwoharjo, Sleman itu juga enggan untuk mengajukan permintaan kepada manajemen PSS. “Tugas kami cuma mendukung saat bertanding, senang-senang saat menang dan mengkritik kalau kalah,” tuturnya.

Hinga pekan ketiga Januari, PSS baru berhasil mengamankan tanda tangan kurang dari 20 pemain yang mayoritas pemain musim lalu. Seperti  Ega Rizky Pramana, Bagus Nirwanto, Derry Rachman Noor, Asyraq Gufron Rachmadan, Alfonso de la Cruz, Wahyu Sukarta, Guilherme Batata, Ocvian Chanigio, Irkham Zahrul Mila, Yevhen Bokhashvili, Saddam Emiruddin, Efdal Prastiyo dan pemain anyar Samsul Arifin.


(Gading Persada /CN26/SM Network)