• KANAL BERITA

18 Tim Berebut Juara Pangudi Luhur Cup III Jateng-DIY

BUKA TURNAMEN:  Ketua Yayasan Pangudi Luhur, Martinus Handoko (tengah) menendang bola dalam prosesi pembukaan Turnamen Sepak Bola Pangudi Luhur CUP III Jateng-DIY 2019 di lapangan kampus Don Bosko Semarang, Kamis (10/10). (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)
BUKA TURNAMEN: Ketua Yayasan Pangudi Luhur, Martinus Handoko (tengah) menendang bola dalam prosesi pembukaan Turnamen Sepak Bola Pangudi Luhur CUP III Jateng-DIY 2019 di lapangan kampus Don Bosko Semarang, Kamis (10/10). (suaramerdeka.com / M Alfi Makhsun)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Sebanyak 18 tim sekolah yang berada dalam naungan Yayasan Pangudi Luhur di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, berpartisipasi dalam turnamen sepak bola Pangudi Luhur (PL) Cup III pada 10-11 Oktober ini. Mereka tergabung dalam dua katagori turnamen yang berkompetisi di lapangan kampus Don Bosko Semarang.

Ketua Panitia PL Cup III, Y Agus Jumani mengatakan 18 tim sekolah ini terdiri dari 12 tim katagori SD dan enam tim katagori SMP. Masing-masing katagori dijelaskan lebih lanjut, memperebutkan posisi juara turnamen yang digelar tiap dua tahun sekali ini.

Di kategori SD terbagi dalam empat pool sebelum nantinya dilangsungkan babak delapan besar hingga final dengan sistem gugur. Sementara untuk katagori SMP terbagi dalam dua pool yang nantinya akan berlanjut dengan babak semifinal hingga final dengan sistem gugur juga.

''Untuk format turnamen ini kita buat dengan konsep setengah kompetisi. Dari babak penyisihan pool, juara dan  runner up  grup maju ke fase berikutnya. Namun untuk waktu pertandingannya ada perbedaan. Katagori SD sekali pertandingan dilangsungkan 2x10 menit, sedangkan SMP 2x15 menit. Untuk final kami tambah lima menit menjadi 2x15 untuk SD dan 2x20 menit untuk SMP,'' jelas Agus.

Di kesempatan yang sama Ketua Yayasan Pangudi Luhur, Martinus Handoko mengatakan kejuaraan ini digelar sebagai perayaan ulang tahun SSB Pangudi Luhur yang ke-6 tahun. PL Cup III juga sekaligus menjadi wadah untuk menampung minat anak-anak atau para murid di olahraga sepakbola.

''Didirikannya SSB Pangudi Luhur enam tahun lalu, tidak lepas dari ide mantan General Manager PSIS Semarang, Ferdinand Hindiarto pada 2013 lalu. Tujuannya menampung bakat dan minat anak-anak di bidang sepakbola sejak dini. Selain itu diharapkan bisa memunculkan bibit-bibit pesepakbola profesional masa depan,'' kata Martinus yang juga secara resmi membuka kejuaraan ini.

''Kami juga ingin menghasilkan bibit-bibit pesepak bola yang bisa mencapai level nasional. Karena melihat perkembangan sepak bola di Indonesia rasanya belum seperti yang diharapkan saat itu. Sementara, banyak anak-anak yang punya minat di bidang sepak bola,'' lanjutnya.

Pria yang juga menjadi pengajar di Unika Soegijapranata ini mengatakan, selama ini SSB Pangudi Luhur melakukan latihan secara konsisten dan rutin. Lalu, setiap dua tahun para siswa punya kesempatan bertanding lewat PL Cup ini. "Meskipun nantinya anak-anak ini sudah lulus, tapi akan muncul bibit-bibit baru. Jadi sekolah olah raga yang kami ciptakan ini, semacam kurikulum plus dari Pangudi Luhur,'' tandas Martinus. 


(M Alfi Makhsun/CN26/SM Network)