• KANAL BERITA

Diimbangi Wolfsberger, Fonseca Sebut AS Roma Bikin Kesalahan Sendiri

Foto: Getty Images
Foto: Getty Images

GENK, suaramerdeka.com - Pelatih AS Roma, Paulo Fonseca menyebut timnya membuat kesalahan-kesalahan sendiri sehingga gagal mengalahkan Wolfsberger kendati mendominasi laga.

"Kami tahu sejak awal ini takkan jadi laga yang mudah. Wolfsberg itu tim yang bagus, tapi saya rasa kami cukup mendominasi sepanjang pertandingan. Kami cuma kerap memainkan bola terakhir dengan salah dan sebenarnya punya kans untuk meraih tiga poin, kendatipun mereka mencetak gol yang luar biasa. Memang berat keluar dari tekanan mereka, terutama di sektor sayap," ujarnya kepada Roma TV.

Bertandang ke markas Wolfsberger, pada matchday 2 Liga Europa, Roma unggul lebih dulu berkat gol Leonardo Spinazzola. Di babak kedua, gawang Roma yang dijaga Antonio Mirante dibobol Michael Liendl sehingga mereka harus puas dengan satu poin.

"Kami bisa saja mencetak banyak gol dan adalah keputusan akhirnya, umpan-umpan yang kami cenderung eksekusi dengan keliru. Saya rasa kami masih bisa lebih baik di sepertiga akhir lapangan," kata Fonseca.

Roma sendiri mendominasi pertandingan, usai mencatat 65 persen penguasaan bola seperti dilansir Whoscored, serta melepaskan 19 tembakan, tapi hanya lima yang on target. Sementara tuan rumah lebih efisien dengan sembilan percobaan dan empat di antaranya mengarah ke gawang. Fonseca menyebut timnya terkendala di keputusan akhir saat membangun serangan.

"Para pemain menunjukkan sikap yang bagus dan saya puas dengan mereka yang untuk pertama kali bermain sejak awal. Kami sejak awal perlu menggulirkan bola dengan lebih cepat untuk keluar dari tekanan, tapi malah melakukan sejumlah kesalahan teknis," imbuh pelatih berpaspor Mozambik dan Portugal itu seperti dilansir Football Italia.

Dengan tambahan satu poin, Roma sementara memimpin Grup J dengan empat poin, disusul Wolfsberger dengan poin yang sama. Istanbul Basaksehir dan Borussia Moenchengladbach yang sama-sama baru mengoleksi satu poin ada di urutan tiga dan empat.


(Andika Primasiwi, DS/CN26)