• KANAL BERITA

Tandang ke Biak, Aji Percaya Diri PSIM Raih Poin

TENDANG BOLA: Bek PSIM Yogyakarta Sabillah menendang bola sebelum direbut pemain Timnas Indonesia U-22. (suaramerdeka.com / Gading Persada)
TENDANG BOLA: Bek PSIM Yogyakarta Sabillah menendang bola sebelum direbut pemain Timnas Indonesia U-22. (suaramerdeka.com / Gading Persada)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Tim PSIM Yogyakarta akan menjalani laga tandang ke Stadion Napi Bongkar, kandang PSBS Biak akhir pekan ini (15/9) dalam lanjutan kompetisi Liga 2 musim 2019. Sang juru taktik, Aji Santoso pun percaya diri bisa meraih poin dalam lawatannya tersebut.

Keyakinan ini bukannya tanpa alasan. Tanpa melihat hasil yang memang kurang memuaskan saat mereka tampil pada turnamen Trofeo Hamengku Buwono (HB) X Cup akhir pekan lalu di mana sebagai tuan rumah hanya menempati posisi runner-up, Aji melihat ada progres permainan dari anak asuhnya. Terutama dengan penampilan sejumlah pemain baru.

Ya, dalam batas akhir bursa tranfer jeda musim awal September ini, Laskar Mataram menambah dua pemain baru, yakni dua pemain asal tim Liga 1, Badak Lampung FC yaitu Sabillah (stoper) dan Aji Bayu (kiper).

Keduanya pun langsung dimainkan Aji pada turnamen yang akhirnya dimenangkan Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-22 tersebut. Sabillah diturunkan dalam dua laga yakni saat PSIM mengalahkan juara paruh musim Shopee Liga 1 Bali United lewat adu penalti (4-3) dan saat kalah dari Timnas Garuda Muda. Sabillah menjadi palang pintu bersama Hendra Wijaya.

Adapun Aji Bayu yang pernah sukses saat berseragam PSIS Semarang dimainkan mengganti Ivan Febrianto saat PSIM kalah 1-4 dari Timnas Indonesia “Untuk lini pertahanan saya lihat cukup bagus dan memberikan harapan. Sabil bermain baik,” ungkapnya.

Adapun di sektor penjaga gawang, Aji juga masih harus berpikir ekstra keras. Apakah kembali mengandalkan I Putu Pager di bawah mistar, atau mencoba menurunkan kiper kedua seperti Ivan Febrianto dan rekrutan baru Aji Bayu. Ketiga pemain menurut dia memiliki poin plus dan minus masing-masing. I Putu Pager yang belum tergantikan di ajang kompetisi tengah mendapat sorotan tajam dengan blunder yang kerap dilakukannya.

Sementara dua penjaga gawang lainnya dinilai masih memiliki jam terbang minim di kompetisi musim ini. Sejatinya Ivan punya potensi menggeser Pager karena sempat bermain gemilang saat turun di trofeo. Namun, ketika gawang dia berhasil dibobol oleh stoper Timnas U-22 Bagas Adi Nugroho lewat tendangan bebas, gawang Ivan selanjutnya makin mudah digelontor tiga gol berikutnya oleh striker Timnas M Rafli. “Ivan cukup lumayan, untuk Aji perlu adaptasi lagi tapi kami tidak punya waktu lagi agar dia bisa beradptasi,” tandas Aji.


(Gading Persada /CN26/SM Network)