• KANAL BERITA

Henry Yakin Bakal Capai Kesuksesan Sebagai Pelatih

Foto: The National
Foto: The National

MONAKO, suaramerdeka.com - Thierry Henry merasa yakin bakal mencapai kesuksesan sebagai pelatih meski sempat mendapat pengalaman buruk pada debutnya.  Setelah pensiun, Henry memang sempat jadi pelatih meski hanya di level tim junior Arsenal dan asisten untuk Roberto Martinez di Belgia sejak Agustus 2016.

"Boleh saja Anda sebut saya gila, tapi saya cinta sepak bola dan saya masih yakin bisa jadi pelatih sukses. Saya tidak berpikir soal rasa sakit, saya tidak berpikir soal kegagalan. Saya tidak suka yang mudah-mudah. Saya ingin memimpin sebuah tim dan semua tergantung saya untuk mewujudkannya. Hal itu yang saya tanamkan saat gabung Arsenal sebagai pelatih, sama seperti saat gabung Belgia bersama Roberto. Ini namanya evolusi," ujar Henry dalam wawancara dengan Telegraph.

Musim lalu, Henry menerima tawaran untuk melatih AS Monaco menggantikan Leonardo Jardim. Memulai debut pada Oktober 2018, kiprah Henry tak memenuhi ekspektasi di mana dia hanya bertahan selama 20 laga, lalu dipecat pada 24 Januari lalu. Selama memegang Monaco, Henry gagal mengangkat performa tim karena cuma menang empat kali, lima kali seri, dan 11 kali kalah.

Meski sekarang masih menganggur, pria 42 tahun itu mengaku sudah banyak mendapat tawaran melatih. Tapi, Henry menolak karena dianggap tak sesuai dengan ambisinya menjadi pelatih sukses. "Saya tidak mendapat tawaran selama empat bulan setelah meninggalkan Monaco dan tiba-tiba saja ada lima tawaran datang. Beberapa tidak sesuai keinginan saya dan beberapa cuma jadi asisten pelatih - tawaran sangat menarik, tapi saya tidak bisa meninggalkan staf saya begitu saja," katanya.

Eks pemain Juventus, Arsenal dan Barcelona itu masih yakin bahwa jalannya sebagai pelatih akan seperti saat dia masih berkarier dulu. Henry menyebut masa-masanya di Monaco adalah pembelajaran penting untuknya. "Saya harus memberhentikan orang-orang yang bekerja dengan saya dan apa yang harus dikatakan coba? "Hai kalian, Anda semua saya berhentikan karena saya mendapat pekerjaan'. Saya tidak ingin jadi nomor dua karena saya ingin jadi nomor satu," tegasnya.


(Andika Primasiwi, DS/CN26)