• KANAL BERITA

Rayakan Hari Jadi, PSIM Gelar Trofeo

Undang Timnas U-23

PEMAIN BARU: Sejumlah pemain baru diperkenalkan manajemen PSIM Yogyakarta saat perkenalan kepada suporter dan awak media di Wisma PSIM. (suaramerdeka.com / Gading Persada)
PEMAIN BARU: Sejumlah pemain baru diperkenalkan manajemen PSIM Yogyakarta saat perkenalan kepada suporter dan awak media di Wisma PSIM. (suaramerdeka.com / Gading Persada)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Tim PSIM Yogyakarta akan berusia 90 tahun pada 5 September mendatang. Untuk merayakannya, tim yang berdiri pada 1929 ini bakal menggelar turnamen segitiga atau trofeo di Stadion Mandala Krida Kota Yogyakarta, 8 September mendatang. 

Tak tanggung-tanggung, even yang akan mengadaptasi Trofeo TIM di Italia itu mengundang Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 serta salah satu klub elite kompetisi Liga 1, Bali United. Setiap tim nantinya bertemu dengan durasi hanya satu babak saja, atau 45 menit. Tim yang memiliki nilai tertinggi akan tampil sebagai juara. 

"Turnamen ini untuk memperingati ulang tahun PSIM ke-90. Rencana awal sih kami mau gelar tepat tanggal 5 September, sesuai hari jadi tim, namun akhirnya kami putuskan mundur tanggal 8 September dan digelar pada akhir pekan," tambah CEO PT PSIM Jaya, Bambang Susanto.

Menurut Bambang, saat ini pihaknya tengah berusaha melobi Raja Kraton Yogyakarta, terutama terkait pemberian nama trofeo. "Kalau memungkinkan, kami berharap restu Ngarsa Dalem dan trofeonya nanti adalah trofeo bertajuk HB X Cup," jelas dia.

Evaluasi besar besaran memang tengah terjadi di PSIM, di mana 11 nama pemain diputus kontraknya karena dinilai kurang memberi kontribusi bagi tim selama putaran pertama Liga 2. Selanjutnya, manajemen pun merekrut pemain baru yakni Nugroho Fatchur Rochman (Persija Jakarta), Ahmad Mahrus Bachtiar (Barito Putera), Sutanto Tan (Bali United), Syaiful Indra Cahya (Semen Padang), dan duo PSM Makassar, Saldy Amiruddin dan Hendra Wijaya. Serta bintang Timnas usia muda Witan Sulaiman.

"Saya sampaikan terima kasih kepada 11 pemain yang dilepas. Itu semua wewenang Coach Aji dan saya hanya berusaha melakukan yang terbaik saja untuk klub ini," lanjut Bambang. 

Adapun pelatih PSIM, Aji Santoso, bersyukur jajaran manajemen tim dapat mewujudkan keinginannya untuk mendatangkan rekrutan anyar di bursa transfer paruh kompetisi kasta kedua. Pasalnya, eks pelatih Persela Lamongan ini tidak yakin dengan kualitas skuat warisan pelatih sebelumnya, Vladimir Vujovic.

Benar saja, sejak awal memang pemain yang mayoritas berasal dari Bogor FC itu cukup diragukan, dengan komposisi setiap lini yang kurang berimbang. Apalagi, beberapa di antaranya datang dalam kondisi cedera. "Menurut kami pencoretan pemain seperti itu dalam sepak bola wajar, karena kami ingin tim ini lebih baik. Kalau kita tidak melakukan perubahan, jujur sangat berat untuk kita lolos ke Liga 1. Kalau tanpa perubahan, saya yakin persentase kita lolos ke liga 1 sangat kecil," tandas dia


(Gading Persada /CN26/SM Network)