• KANAL BERITA

Klopp Bersyukur Kerja Keras Pemain Liverpool Berbuah Positif

Foto: reuters
Foto: reuters

ISTANBUL, suaramerdeka.com - Manajer Liverpool, Juergen Klopp bersyukur kerja keras pemainya di laga Piala Super Eropa berbuah positif. Melawan Chelsea di Vodafone Park, Kamis (15/8) dini hari WIB, Klopp tak menampik jika performa anak asuhnya sempat menurun.

"Ini adalah pertandingan yang sangat sulit untuk kedua tim. Ini soal tekad untuk memenanginya dan kami berhasil melakukannya pada akhirnya. Tidak satupun di stadion ini menginginkan laga berjalan hingga extra time, itu pembunuh para pemain. Saya tak yakin soal penaltinya, tapi ya siapa yang peduli sekarang," ujar Klopp kepada BT Sport.

Melawan Chelsea pada laga Piala Super Eropa, Liverpool tertinggal lebih dulu usai dibobol Olivier Giroud di babak pertama, sebelum menyamakan kedudukan di babak kedua lewat Sadio Mane. Di babak tambahan, Mane berbalik membawa Liverpool unggul, meski akhirnya Chelsea menyamakan skor via penalti Jorginho. Laga berlanjut ke adu penalti, dan Liverpool menjadi pemenang usai penendang kelima Chelsea, Tammy Abraham, gagal menaklukkan Adrian.

Liverpool dilihat dari statistik sebenarnya menebar lebih banyak ancaman, tapi kurang mampu memaksimalkannya. Whoscored mencatat dari 21 percobaan Liverpool, 11 di antaranya on target. Sementara Chelsea punya 20 tembakan, di mana enam yang mengarah ke gawang dan satu membentur mistar gawang. Klopp mengakui performa para pemainnya sempat mengendur, tapi tak masalah toh pada akhirnya trofi berhasil diraih.

"Kami memulai dengan baik, lalu menurun. Kita bisa berbicara soal sepakbola, tapi sudah terlambat sekarang. Kami harus berjuang di laga ini dan anak-anak melakukannya," tandasnya dilansir BBC.

Keberhasilan ini menjadi sejarah untuk Klopp, yang menjadi pelatih pertama asal Jerman yang mampu mengangkat trofi Piala Super Eropa. Dettmar Cramer menjadi pelatih pertama yang tampil di Piala Super Eropa. Kala itu dia membesut Bayern Munich, namun gagal memenanginya di tahun 1975 (kalah dari Dynamo Kiev) dan 1976 (kalah dari Anderlecht).

Selannjutkan, ada Udo Lattek menjadi pelatih asal Jerman yang saat itu membesut Barcelona di tahun 1982 kalah dari Aston Villa. Otto Rehhagel membawa Werder Bremen tampil di Piala Super Eropa pada 1992. Langkah menuju podium trofi gagal setelah kalah dari Barcelona. Ottmar Hitzfeld menjadi pelatih asal Jerman terakhir yang gagal mengangkat trofi Piala Super Eropa. Dia gagal setelah Bayern Munich tumbang lawan Liverpool pada 2001.


(Andika Primasiwi, DS/CN26)