• KANAL BERITA

PSIM Tanpa Maitimo, Persis Tak Terlalu Memikirkan

BERLATIH: Pemain PSIM Yogyakarta Raphael Maitimo (9) berlatih bersama rekannya dalam sesi latihan di Stadion Mandala Krida Kota Yogyakarta. (suaramerdeka.com / dok)
BERLATIH: Pemain PSIM Yogyakarta Raphael Maitimo (9) berlatih bersama rekannya dalam sesi latihan di Stadion Mandala Krida Kota Yogyakarta. (suaramerdeka.com / dok)

SOLO, suaramerdeka.com - Tim kebanggaan masyarakat Solo dan sekitarnya, Persis Solo bertekad meraih poin penuh saat menjamu musuh bebuyutannya, PSIM Yogyakarta pada lanjutan kompetisi Liga 2 musim 2019 di Stadion Wilis, Madiun, Jumat (16/8). Calon lawan yang dikabarkan tak bisa menurunkan pemain pilarnya seperti Raphael Maitimo tak terlalu dipikirkan tim pelatih Laskar Sambernyawa.

“Saya rasa mereka bukan hanya satu pemain saja, namun kedalaman skuat yang cukup bagus. Memang Maitimo berpengaruh pada permainan mereka dan sudah mencetak dua gol,” kata karteker pelatih Persis Choirul Huda, Rabu (14/8).

Cak Irul (sapaannya-red) mengungkapkan bahwa berkaca pada beberapa pertandingan terakhir tim Laskar Mataram yang tidak bisa tampil full team. Saat melawan Martapura FC pekan lalu, PSIM juga menang dengan skor 2-0 meski tanpa Maitimo. Untuk itu, mantan asisten pelatih Perseru Serui itu menekankan kepada pemain untuk mewaspadai seluruh personel tim tamu. Dirinya enggan hanya melihat dari beberapa pemain saja.

“Apapun mereka sekarang adalah pemuncak klasemen dan tentu secara performa sangat bagus. Apalagi kualitas pemain utama dan pelapis tak jauh berbeda,” ujar pria yang sempat juga menjadi asisten pelatih Perserui Serui itu.

Raphael Maitimo sendiri dipastikan absen pada Derby Mataram tersebut karena mendapat sanksi larangan sekali bertanding hasil dari sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Hukuman ini sebagai sanksi tambahan kepada pesepak bola kelahiran Roterdam Belanda itu sebagai buntut kartu merah yang diterima saat menekuk Sulut United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar (3/8).

“Buat saya aneh sekali, karena di regulasi setiap menerima kartu merah artinya harus absen hanya satu kali pertandingan. Saya pikir situasi memang kurang baik, dan saya berbicara sesuatu yang kurang baik saat itu kepada hakim garis. Terus saya pikir, silahkan kasih kartu kuning, bukan kartu merah," kata dia.

Setelah itu, saya minta maaf sampai tiga kali kepada hakim garis. Tetapi saya lihat dia emosi sekali, saya juga tidak mengerti, dan buat saya ini sangat aneh, karena saya lihat di liga ini ada pemain yang memukul wasit, dan wasit tidak kasih apa-apa, mereka tetap bisa bermain, meski ada video dan ada semuanya, tapi tidak ada sanksi,” sambung Raphael.

Meski begitu dia mengakui kesalahannya itu dan seharusnya sudah selesai ketika hanya dihukum larangan sekali bermain tanpa ada sanksi tambahan. “Saya tidak setuju, apalagi ini pertandingan berat lawan Solo. Jadi saya tidak tahu apa lagi ya,” tandas dia.


(Gading Persada /CN26/SM Network)