• KANAL BERITA

Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan, Patrich Wanggai Tak Ditahan

DIBAYANGI: Striker Kalteng Putra Patrich Wanggai (88) dibayangi bek PSS Sleman Asraq Gufron dalam laga di Stadion Maguwoharjo Sleman. (suaramerdeka.com / Gading Persada)
DIBAYANGI: Striker Kalteng Putra Patrich Wanggai (88) dibayangi bek PSS Sleman Asraq Gufron dalam laga di Stadion Maguwoharjo Sleman. (suaramerdeka.com / Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Striker Kalteng Putra, Patrich Steve Wanggai resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan di klub malam kawasan Demangan Sleman 11 April lalu. Meski berstatus tersangka, pemain asal Papua itu bisa tetap menghirup udara bebas karena polisi tak menahannya.

“Sejak 2 Juli lalu kami terbitkan SPDP (Surat Perintah Dimulainya Penyidikan) yang berarti sudah ada tersangkanya dalam hal ini PSW (Patrich Steve Wanggai). Tidak kami lakukan penahanan, hanya dikenakan wajib lapor,” tegas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo di Mapolda DIY, Kamis (18/7).

Hadi mengungkapkan, polisi tak menahan tersangka karena Patrich dinilai mampu bersikap kooperatif selama dilakukan pemeriksaan. “Masuk penganiayaan ringan jadi tidak ditahan. Tersangka sangat kooperatif. Penahanan ini tidak mutlak ya kecuali ada sebab-sebab tertentu seperti menghilangkan barang bukti ada kekhawatiran tersangka mengulangi perbuatannya lagi,” papar dia.

Terpisah, Alam Dikorama AMd SH, kuasa hukum korban Lalu Dhimas mengungkap pihaknya mengetahui penetapan tersangka Patrich sejak 6 Juli lalu. Pihaknya berharap polisi menangani kasus penganiayaan tersebut secara profesional.  “Karena ini menyangkut penganiayaan 351 KUHP maka pantas dilakukan penahanan secara objektif. Namun, kami tim kuasa hukum korban tetap menyerahkan semua pada penyidik dan kami yakin polisi bertindak secara profesional,” ungkap Alam.

Kuasa hukum korban lainnya, Benny Yulianingsih SH dari AB Partners menambahkan sebelumnya sempat dipertemukan penyidik dengan Patrich Wanggai di Mapolda DIY beberapa waktu lalu. Namun, belum ada.

Sebelumnya, Patrich Wanggai terlibat pemukulan di salah satu klub malam kawasan Demangan Baru Sleman 11 April. Dia memukul seorang pria bernama Lalu Dhimas saat korban berusaha melerai permasalahan Patrich dengan orang lain ketika itu. Patrich sempat memberikan pernyataan bahwa kejadian tersebut merupakan hal biasa terjadi antar sesama laki-laki. Ia pun menyatakan tidak berada dalam kondisi mabuk saat kejadian dini hari tersebut. 

Wanggai sendiri bersama klubnya, Kalteng Putra, memang tengah berada di Jogja mengikuti kompetisi Liga 1. Kalteng Putra meminjam Stadion Sultan Agung, Bantul sebagai markas musim ini. Dengan demikian, Wanggai kemungkinan bisa membela Kalteng Putra dalam laga terdekat menghadapi tim tamu PSM Makassar (21/7). Namun, laga itu dikabarkan ditunda.


(Gading Persada /CN26/SM Network)