• KANAL BERITA

Laga Berat PSIM di Tuban

BERDOA: Sejumlah pemain PSIM Yogyakarta berdoa sebelum bertolak ke Tuban dari mess pemain di kawasan Gading, Kota Jogja, Kamis (18/7).  (suaramerdeka.com / dok)
BERDOA: Sejumlah pemain PSIM Yogyakarta berdoa sebelum bertolak ke Tuban dari mess pemain di kawasan Gading, Kota Jogja, Kamis (18/7). (suaramerdeka.com / dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Laga berat akan dijalani PSIM Yogyakarta pada lanjutan kompetisi Liga 2 pekan kelima saat menantang tuan rumah Persatu Tuban di Stadion Bumi Wali, Tuban, Sabtu (20/7). Dalam lawatan kali ini, manajemen memboyong 20 pemain dibawah komando pelatih anyar mereka, Aji Santoso.

“Laga lawan (Persatu) Tuban merupakan laga yang dapat dikatakan cukup berat, mengingat faktor tuan rumah dan dukungan penonton pasti mempengaruhi,” kata Manajer PSIM David MP Huaturuk sebelum bertolak ke Tuban di mess pemain, Kamis (18/7).

Selain faktor tersebut, kata David, perjalanan darat dengan menggunakan bus yang cukup memakan waktu lama dan stamina pemain juga menjadi pertimbangan tersendiri. Atas kondisi itu, para pemain pun diharapkan dapat terus menjaga kondisi sampai dengan hari pertandingan nanti. “Minta doanya agar kami selamat sampai tujuan dan juga agar kami dapat memberikan hasil yang maksimal,” pinta pria yang menggantikan posisi manajer sebelumnya, Effendi Syahputra.

Adapun ke-20 pemain yang diboyong dalam lawatan ketiga ini terdiri dari I Putu Pager Wirajaya dan Ivan Febrianto di posisi penjaga gawang. Lalu barisan belakang ada Agung Pribadi, Fandi Edi Ngurah Nanak, Tedi Berlian, Achmad Hisyam Tolle, Hery Susilo dan Aditya Putra Dewa. Kemudian pemain gelandang ada pemain naturalisasi Raphael Maitimo, Ade Suhendra, Raymond Tauntu, Rosi Noprihanis, Ichsan Pratama, Yoga Pratama dan Hendri Satriadi. Adapun deretan striker dibawa juga Reza Saputra, Rudiyana, Dwi Rafi Angga, dan kapten tim Christian ‘El Loco’ Gonzales.

Sementara itu, gelandang muda asli Jogja yang turut dibawa ke Tuban, Yoga Pratama, menyambut antusias menatap laga melawan Persatu. Dia pun berpeluang melakoni debut bersama Laskar Mataram dalam pertandingan nanti dan menyatakan siap memberikan penampilan terbaik bila dipercaya tampil dalam laga tersebut. “Saya tentu berharap mendapat kesempatan bermain, entah itu turun di menit berapa pun. Saya akan berusaha bagaimana bisa mendapatkan kesempatan itu lagi,” sambung Yoga.

Dari empat laga yan telah dilakoni Laskar Mataram, jebolan SSB MAS ini belum menjadi pilihan pelatih sebelumnya, Vladimir Vujovic. Padahal, musim lalu namanya tak tergantikan di lini tengah Laskar Mataram bersama Raymond Tauntu dan Hendika Arga Permana.

Berbekal jam terbang tinggi itu berhasil membuat pelatih Timnas U-22 Indra Sjafri kepincut. Terlebih, bagi pelatih asal Sumatera Barat tersebut, kesempatan bermain di level klub, menjadi syarat utama yang harus dipenuhi pemain Timnas U-22. “Harapan saya semoga siapapun yang bermain lawan Persatu Tuban dan Madura FC nanti bisa membawa hasil positif untuk tim. Siapa pun yang bermain kami beri dukungan,” tandasnya.


(Gading Persada /CN26/SM Network)