• KANAL BERITA

Demo Turun ke Jalan, Suporter Tuntut PSISa Hidup Lagi

TURUN KE JALAN : Para suporter Salatiga demo turun ke jalan menuntut tim sepak bola PSISa hidup lagi, Jumat (12/7). (suaramerdeka.com / Moch Kundori)
TURUN KE JALAN : Para suporter Salatiga demo turun ke jalan menuntut tim sepak bola PSISa hidup lagi, Jumat (12/7). (suaramerdeka.com / Moch Kundori)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Ratusan orang yang mengatasnamakan Solidaritas Aliansi Suporter Salatiga turun ke jalan menuntut tim kebanggaan warga Salatiga PSISa hidup lagi untuk ikut kompetisi. Mereka melakukan aksi damai dengan berjalan dari Stadion Kridanggo menuju Gedung DPRD dan Balai Kota, Jumat (12/7).

Aksi mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Para suporter saat aksi itu bernyanyi sambil membentangkan sejumlah spanduk yang berisikan kerinduan PSISa bisa bangkit untuk berkompetisi lagi. Mereka juga membawa genderang sambil bernyanyi layaknya yang mereka nyanyikan di Stadion.

"Kami ingin bertanya kepada pihak terkait kenapa PSISa hingga saat ini tidak bisa berlaga di kompetisi. Oleh karena itulah mengapa kami turun ke jalan dalam aksi damai ini," katanya Yanuar, koordinator aksi tersebut.

Menurut Yanuar, PSISa sudah vakum sejak lama. Sebenarnya tahun lalu, sudah mulai tanda-tanda hidup kembali. Namun sayang, saat mengikuti kompetisi di kelompok yunior yaitu Piala Suratin U17 Jateng, PSISa berhenti di tengah kompetisi karena kekurangan dana yang berujung sanksi dari Asprov PSSI Jateng.

"Sebenarnya ada masalah apa di manajemen PSISa ini, sehingga kami melakukan aksi ini untuk bisa mendapatkan jawaban. Semoga Pemkot dan DPRD bisa menjembatani pihak PSISa agar  sepak bola Salatiga bisa bangkit lagi," katanya.   

Saat di pintu gerbang DPRD, para pendemo juga meneriakkan yel-yel serta nyanyian. Mereka berharap bisa diterima ketua atau anggota DPRD, namun pada saat bersamaan tidak ada anggota Dewan yang berada di kantor. Para pendemo kemudian berorasi di pintu gerbang Balai Kota hendak bertemu Wali Kota. Namun sayang Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda juga sedang berada di luar kota.

"Salatiga memiliki suporter yang banyak tetapi timnya tidak ikut kompetisi. Sedangkan kota atau kabupaten lain yang suporternya sedikit , tetapi ikut kompetisi. Kami ingin PSIS bangkit lagi," teriak salah satu suporter saat berorasi.

 Para pendemo akhirnya diterima Kabaghumas Pemkot, Kusumo Aji. Kusumo Aji mengatakan, dirinya mendapat perintah dari Wali Kota untuk menemui para suporter itu. Akhirnya lima perwakilan suporter itu diterima di dalam gedung Balai Kota untuk berdialog. Beberapa saat kemudian para suporter membubarkan diri dengan tertib.     

Kusumo Aji usai menerima dialog perwakilan suporter mengatakan, hasil kesepakatan itu di antarnya Wali Kota siap memediasi antara manajemen PSISa dengan suporter.  Perlu diketahui, bahwa PSISa itu merupakan badan hukum yang tidak ada hubungannya dengan Pemkot.  "Tetapi nanti akan kami sampaikan ke Pak Wali Kota, dan akan ada mediasi antar suporter dan manajemen PSISa. Perwakilan suporter juga sudah memaklumi dan menerima hasil kesepakatan ini," katanya.


(Moch Kundori/CN26/SM Network)