• KANAL BERITA

Timnas Putri TC di Kaki Gunung Merapi

KEPUNG: Dua pemain Timnas Indonesia Putri tengah mengepung salah seorang pemain tim sepak bola putri DIY saat kedua tim beruji coba di UII Training Ground, Ngaglik, Sleman, baru-baru ini. (suaramerdeka.com / dok)
KEPUNG: Dua pemain Timnas Indonesia Putri tengah mengepung salah seorang pemain tim sepak bola putri DIY saat kedua tim beruji coba di UII Training Ground, Ngaglik, Sleman, baru-baru ini. (suaramerdeka.com / dok)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Skuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia putri di bawah asuhan pelath Rully Nere tengah menggelar training center (TC) atau pemusatan latihan di Jogja. Kali ini kaki Gunung Merapi tepatnya di kawasan Kaliurang, Sleman dipilih menjadi lokasi TC bagi mereka yang sudah berada di Kota Pelajar  sejak awal Juli ini. “TC kami pindah ke Kaliurang setelah sebelumnya digelar di Stadion Tridadi Sleman dan Lapangan UNY,” imbuh Rully Nere.

Rully mengatakan, pemindahan tempat pemusatan latihan menuju daerah yang lebih sejuk dan tinggi sengaja dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya, agar pemain lebih fokus berlatih, karena jauh dari keramaian kota. “Kami sengaja berpindah ke daerah tinggi, karena ada beberapa pemantapan latihan lagi terutama menyangkut fisik pemain," kata dia.

Rully mengungkapkan, pemindahan juga menyangkut fasilitas pendukung yang bisa memaksimalkan seleksi, serta pemusatan latihan yang kini tengah berlangsung. Untuk selanjutnya, Zahra Musdalifah dan kolega bakal berlatih di UII Training Ground, Ngaglik, Sleman.

“Intensitas latihan semakin meningkat, maka perlu juga fasilitas pendukung lain. Selain udara sejuk dan bagus untuk pernafasan, di sini para pemain juga dapat menjaga kondisi mereka, dengan fasilitas yang ada. Mulai dari penunjang untuk menjaga kondisi fisik bersama tim dan pribadi, maupun recovery,” jelas salah satu legenda Timnas Indonesia tersebut.

Pelatih Fisik Timnas Putri, Sofie Imam Faizal menambahkan untuk mempersiapkan kondisi para pemain, akan diterapkan pula latihan kombinasi fisik di alam terbuka, yaitu lari lintas alam atau cross country. Agenda itu, menjadi program pelengkap tim pelatih.

“Pembentukkan fisik ini sangat perlu, karena selepas Lebaran, tanpa kompetisi dan tanpa latihan di klubnya, fisik pemain pasti menurun. Jadi, lari lintas alam ini sangat penting bagi pemain, paling tidak 30-35 menit,” sambung Sofie.

Terlebih, tambahnya, tim pelatih telah memberikan porsi khusus development aerobic, atau pembentukan fisik, strength, serta aerobic capacity, atau daya tahan kardiovaskuler, pada dua pekan awal bergulirnya pemusatan latihan di Yogyakarta. “Lari lintas alam, atau cross country ini sebagai variasi, untuk membangun kekuatan, sekaligus stamina setiap pemain ketika tidak berlatih dengan bola,” tandas dia.


(Gading Persada /CN26/SM Network)