• KANAL BERITA

Akibat Streaming Ilegal, Premier League Rugi 380 Juta Poundsterling

Foto: reuters
Foto: reuters

LONDON, suaramerdeka.com - Lantaran streaming ilegal, Premier League mengalami kerugian besar usai kehilangan pemasukan sebesar Rp 6,6 triliun. Daily Mail melaporkan hal itu melansir hasil studi yang disajikan oleh GumGum Sports dan MUSO, perusahaan yang ahli di bidang pembajakan asal London, Inggris.

GumGum Sport dan MUSO mencatat ada rata-rata 7,1 juta penonton streaming ilegal dari sampel dalam delapan pertandingan dari laga divisi teratas musim lalu. Penyumbang penonton ilegal terbesar adalah China dengan jumlah 1 juta. Selain itu, ada penonton ilegal terbanyak juga datang dari Vietnam, Kenya, India, dan Nigeria. Inggris sendiri ada di peringkat ke-11 dengan jumlah penonton ilegal Liga Inggris paling banyak.

"Klub dan sponsor tak pernah bisa mengukur eksposur media dari streaming yang tidak sah, yang selama bertahun-tahun bisa bernilai milaran dollar," terang wakil presiden GumGumSport, Jeff Katz, di  Daily Mail.

Adapun streaming ilegal membuat kerugian di setiap pertandingan mencapai 1 juta poundsterling atau setara Rp 17,6 miliar. Dengan jumlah pertandingan Liga Inggris semusim sebanyak 380 laga, maka dalam satu musim ada kerugian 380 juta poundsterling atau setara Rp 6,6 triliun.

Pemasukan dari hak siar televisi merupakan pendapatan terbesar untuk klub Liga Inggris musim lalu. Ada lebih dari 863 juta pound sterling yang dibagi untuk 20 klub, atau rata-rata mendapatkan 43,1 juta pound alias sekitar Rp 760,6 miliar.

 


(Andika Primasiwi, DS/CN26)