• KANAL BERITA

Pogba Akui Harga Tingginya Menjadi Penyebab Dirinya Kerap Dikritik

Foto: UEFA.com
Foto: UEFA.com

MANCHESTER, suaramerdeka.com - Paul Pogba merasa ekspektasi tinggi seiring harga mahalnya saat ditransfer ke Manchester United, menjadi penyebab dirinya kerap dikritik. Tiga musim bersama MU, pemain asal Prancis tak pernah benar-benar lepas dari kritik karena performanya dinilai tak memuaskan. "Saya jadi pemain lain karena transfer. Karena itu adalah transfer terbesar dalam sejarah saat itu, Anda dihakimi dengan cara berbeda," ucap Pogba kepada The Times.

Pogba dipulangkan Man United ke Old Trafford dari Juventus pada musim panas 2016, dengan dana sebesar 105 juta euro. Nominal tersebut sempat menjadikan Pogba sebagai pemain termahal di dunia.

Nilai transfernya tersebut yang sempat jadi rekor membuat publik, diakui Pogba membuat publik menaruh ekspektasi berlebih terhadapnya. "Anda mengharapkan lebih karena harga. Satu pertandingan bagus akan jadi normal, sementara permainan yang top akan jadi bagus," imbuhnya.

Gaya Pogba yang flamboyan tak jarang dijadikan kambing hitam atas performanya yang dinilai tidak maksimal. Namun gelandang 26 tahun itu menepis anggapan bahwa gaya hidup berpengaruh terhadap permainannya.

"Saya selalu bermain seperti itu dan, syukurlah, saya menjuarai Piala Dunia seperti itu. Bahasa tubuh, potongan rambut, semua hal ini cuma omongan.Sejak kecil saya bermain seperti ini. Tak masalah kalau kami menang. Cuma ketika kami kalah atau kalau saya tampil buruk, itu jadi masalah," katanya.


(Andika Primasiwi, DS/CN26)