• KANAL BERITA

Trofi Liga Champions Jadi Ukuran Kesuksesan bagi Pep Guardiola

foto: mancity.com
foto: mancity.com

LONDON, suaramerdeka.com - Trofi Liga Champions rupanya menjadi ukuran kesuksesan bagi Pep Guardiola. Maka dari itu, manajer Manchester City itu sadar bahwa treble domestik musim ini belum cukup membuatnya dinilai sukses. "Ya, tentu saja, saya tidak akan berada di sini jika tidak yakin akan bisa membuat tim ini lebih baik," ujar Guardiola seperti dikutip Sportskeeda.

City belum lama ini dibawa Guardiola meraih tiga trofi di kompetisi lokal, usai memenangi Liga Inggris, Piala Liga serta Piala FA. Bisa dikatakan, itu merupakan prestasi luar biasa mengingat belum pernah ada tim Inggris yang melakukannya bahkan Manchester United di era Sir Alex Ferguson.

Selain itu, City di bawah Guardiola sukses mencetak 50 kemenangan dalam semusim di seluruh kompetisi, lagi-lagi jadi klub Inggris pertama yang melakukannya. Wajar jika City dipuja-puji banyak orang, terlebih Guardiola yang sudah menyapu bersih seluruh trofi di Inggris.

Namun, trofi-trofi yang sudah ada, bagi Guardiola tidak cukup memberikannya rasa aman dari kritik. Sebab kritik akan selalu hadir selama dirinya belum mampu membawa City berprestasi di tingkat Eropa. "Saya tahu itu akan sulit karena orang-orang akan selalu membandingkan dan orang-orang tidak bisa mengharapkan kami mengulangi treble ini atau meraih empat gelar setahun, itu cuma bisa dilakukan sekali dalam hidup Anda," ungkap manajer asal Spanyol itu.

Guardiola bersama City sejauh ini memang masih gagal mempersembahkan Si Kuping Besar. Dua tahun terakhir City selalu terhenti di perempatfinal setelah cuma sampai 16 besar di musim pertamanya. Padahal Guardiola punya pengalaman membawa Barcelona dua kali juara.

"Seperti yang saya bilang sebelumnya, pada akhirnya saya akan dinilai berdasarkan apakah kami menjuarai Liga Champions atau tidak. Saya tahu segalanya tidak akan cukup sampai kami memenanginya. Saya tahu ini akan selalu mengikuti saya. Ketika saya tiba di Barcelona, kami beruntung bisa juara dua kali dalam empat tahun dan orang-orang selalu mengharapkan bahwa saya selalu bisa juara Liga Champions dan itu masih sampai sekarang."

"Di klub ini, rekor poin dan kompetisi domestik itu luar biasa, tapi sulit menjuarai Liga Champions, tidak seperti yang lain karena tim-tim bagus ada di sana. Kompetisinya begitu sengit tapi kami ingin menjuarainya," demikian dia.


(Andika Primasiwi, DS/CN26)