• KANAL BERITA

Ricuh Suporter Warnai Pembukaan Liga 1

RUSUH: Polisi antihuru hara Polda DIY mencoba melerai kelompok suporter Arema FC dan suporter PSS Sleman yang terlibat dalam kerusuhan pada pembukaan Shoope Liga 1 musim 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. (suaramerdeka.com / Dananjoyo Kusumo)
RUSUH: Polisi antihuru hara Polda DIY mencoba melerai kelompok suporter Arema FC dan suporter PSS Sleman yang terlibat dalam kerusuhan pada pembukaan Shoope Liga 1 musim 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman. (suaramerdeka.com / Dananjoyo Kusumo)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Ricuh antarsuporter mewarnai pembukaan Shopee Liga 1 musim 2019 yang mempertemukan tuan rumah PSS Sleman kontra Arema FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, semalam. Laga pun dihentikan menit 30 atau satu menit setelah striker Arema Sylvano Comvalius mencetak gol penyeimbang untuk menyamakan skor usai PSS unggul lebih dahulu lewat gol cepat Brian Ferreira di menit pertama laga. PSS sendiri menang 3-1 pada pertandingan itu.

"Belum bisa berkomentar banyak, yang jelas bisa berdampak pada pada pertandingan (PSS) berikutnya," tutur Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Dirk Soplanit yang datang langsung ke stadion, Rabu (15/5).

Bibit kericuhan suporter PSS dengan Arema mulai terjadi beberapa menit sebelum laga yang juga disaksikan langsung Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri, Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta Brigjen TNI M Zamroni dan Bupati Sleman Sri Purnomo. Bahkan sang bupati sempat turun ke lapangan untuk menenangkan situasi. "Ayo tenang jangan ricuh demi kemajuan sepak bola kita. Hentikan," kata Sri Purnomo melalui pengeras suara.

Diawali aksi saling ejek kemudian diikuti lempar batu dari arah tribun selatan yang ditempati suporter PSS dengan suporter Arema berjumlah sekitar 2.000 suporter yang dipusatkan di tribun barat lantai atas. Aksi saling lempar berhenti saat laga dimulai. Setelah itu kericuhan kembali terjadi bahkan dalam skala lebih besar sehingga membuat pertandingan dihentikan di menit 30.

Kali ini giliran suporter PSS di tribun utara dengan suporter Arema FC di tribun barat. Lempar lemparan keramik lantai berterbangan dari dua tribun tersebut. Tak hanya itu, flare dan petasan juga sampai masuk ke lapangan. Korban luka terkena lemparan pecahan keramik pun jatuh baik dari suporter maupun penonton umum.

Ratusan personel Polisi dan TNI langsung diterjunkan untuk meredakan situasi hingga akhirnya laga dilanjutkan kembali setelah terhenti sekitar 20 menit. "Laga dilanjutkan kembali. Ricuh ini karena ada provokasi. Padahal jumlah keamanan sudah cukup. Kenapa begitu karena awalnya antarsuporter kedua tim itu rukun. Suporter Sleman menyambut suporter Arema, bahkan mereka sempat buka puasa bersama tadi di stadion," sambung Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri.

Disinggung soal izin pertandingan berikutnya untuk PSS, jenderal bintang dua itu belum bisa berkomentar banyak. "Belum bisa memutuskan mengizinkan lagi atau tidak. Tapi yang jelas (izin) akan ada evaluasi," tegasnya. 

Laga kedua tim sebenarnya berlangsung ketat dan menarik. Berstatus sebagai tim promosi dengan titel juara Liga 2 musim 2018, PSS langsung menyerang saat laga baru berjalan. Adalah striker asing PSS asal Argentina yang mampu menjadi pencetak gol perdana Liga 1 musim 2019 lewat sepakannya di dalam kotak penalti saat laga baru menginjak satu menit. Tanpa pengawalan, Brian yang juga berpaspor Irak itu dengan mudah mencetak gol lewat sepakannya meneruskan sepak pojok Haris Tuharea. 

Tertinggal, membuat pemain Arema terus menekan dan mengendalikan permainan. Hingga menit 29, striker anyarnya Sylvano Comvalius mampu membuat skor imbang lewat gol sundulannya di dalam kotak penalti. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Babak kedua, keunggulan PSS makin menjauh setelah Yehven Bokhasvili dan pemain pengganti Rangga Muslim Perkasa membagi dua gol tambahan kemenangan PSS masing-masing di menit 57 dan 81. PSS pun menutup laga dengan tiga poin penuh di partai perdana mereka di Liga 1.


(Gading Persada /CN26/SM Network)